Ambulans Dihalangi Mobil Pelat Diplomatik, Ini Aturan Kendaraan Prioritas

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 17:37 WIB
Mobil berpelat diplomatik yang diduga halang-halangi ambulans
Mobil berpelat diplomatik yang diduga menghalang-halangi ambulans di Jaksel. (Foto: dok. Istimewa/tangkapan layar video Instagram Info jakarta selatan)
Jakarta -

Sebuah mobil berpelat CD-109-07 tertangkap kamera diduga menghalangi laju ambulans yang tengah membawa pasien di Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Polisi menegaskan ambulans menjadi salah satu dari tujuh kendaraan yang mendapat prioritas di jalan.

"Kendaraan ambulans yang mengangkut orang sakit memperoleh hak utama untuk didahulukan. Artinya, kendaraan ambulans mendapatkan prioritas utama," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Aturan soal kendaraan prioritas di jalan tertera di Pasal 134 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Jamal mengatakan rambu lalu lintas pun tidak berlaku bagi tujuh kendaraan prioritas tersebut.

"Alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu lalu lintas tidak berlaku bagi kendaraan yang memperoleh hak utama," katanya.

Jamal menambahkan, tindakan mobil berpelat diplomatik itu tidak dibenarkan. Pasalnya, pengendara diwajibkan memberikan prioritas bagi laju ambulans.

"Kami ingatkan bagi masyarakat pengguna jalan yang mengetahui, melihat, dan mendengar sirene ambulans untuk mengurangi kecepatan, menepi dan memberikan ruang gerak bagi kendaraan ambulans yang melintas," ujar Jamal.

"Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kendaraan ambulans membutuhkan kecepatan waktu untuk dapat menolong orang sakit agar tiba tepat waktu. Oleh karena itu, kita harus berikan prioritas penuh sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan," tambahnya.

7 Kendaraan Mendapat Prioritas di Jalan Sesuai UU Lalu Lintas:

a. Kendaraan pemadam kebakaran (damkar) yang sedang melaksanakan tugas.
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
d. Kendaraan pimpinan lembaga Negara Republik Indonesia.
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
f. Iring-iringan pengantar jenazah.
g. Konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Simak di halaman selanjutnya: