Polisi Lanjutkan Proses Penyidikan Kasus ABG Disundut Rokok di Tangsel

Khairul Ma'arif - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 02:25 WIB
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda Putra
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda Putra (Foto: Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Diversi yang dilakukan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) terhadap kasus ABG yang disundut rokok oleh temannya deadlock atau tidak menemui titik temu. Oleh sebab itu pihak kepolisian meningkatkan penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda mengatakan pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi maupun terlapor. Menurutnya langkah yang telah dilakukan ialah diversi yang diantaranya melibatkan Bapas dan juga P2TP2A Tangsel.

"Namun diversi tersebut mengalami deadlock yaitu tidak menemui titik temu sehingga perkara ini dilanjutkan di tahap penyidikan," kata Aldo kepada wartawan di Mapolres Tangsel, Selasa (24/5/2022).

Selain itu, Aldo mengungkapkan saat ini sudah bertambah dua terduga pelaku yang diperiksa setelah sebelumnya terakhir hanya empat orang yang sudah diperiksa. Menurutnya, dari total enam pelaku yang sudah diperiksa seluruhnya berusia di bawah 14 tahun.

"Sudah kita klarifikasi yaitu ada 6 orang anak namun 2 orang lainnya masih kita lakukan pencarian. Kita informasikan ternyata yang beredar dalam video tersebut merupakan seluruhnya anak di bawah umur. Ada yang umur 10 dan 12 tahun seluruhnya di bawah 14 tahun," tambahnya.

Ia menjelaskan untuk sistem peradilan pidana anak atau anak yang berhadapan dengan hukum memang harus mengutamakan diversi. Sementara itu, meskipun proses ini berlanjut ke penyidikan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Aldo menambahkan untuk para terduga pelaku ini juga tidak dilakukan penahanan. Menurutnya, diversi ini deadlock karena keinginan dari orang tua korban yang juga pelapor.

"Kita tidak akan melakukan penangkapan ataupun penahanan terhadap anak di bawah umur namun kita akan melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan P2TP2A dan juga dengan Bapas untuk perkara tersebut. Diversi deadlock karena dari pihak keluarga korban masih belum terima atas perlakuan yang diterima kepada korban. Saat ini anak tersebut bersama orang tuanya," tuturnya.

Sebelumnya, video bullying korban viral di media sosial. Dalam video itu korban terlihat disundut rokok.

Video lainnya memperlihatkan korban dan para terduga pelaku di dalam sebuah ruangan. Narasi yang beredar, korban juga ditusuk-tusuk pakai obeng dan pisau, tetapi korban tidak berani melapor.

Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangsel Tri Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengaku sudah melakukan penjangkauan terhadap korban.

"Iya (benar), sudah kita lakukan penjangkauan dan akan kita dampingin prosesnya," ungkapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (17/5).

Lihat video 'Viral Video Bocah di Tangsel Dianiaya dan Di-bully':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)