Oditur: Kopda Andreas-Koptu Achmad Lebih Realistis dari Kolonel Priyanto

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 17:49 WIB
Kolonel Priyanto
Terdakwa kasus pembunuhan Handi-Salsa, Kolonel Priyanto (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Oditur militer Kolonel Sus Wirdel Boy menyayangkan tindakan Kolonel Inf Priyanto setelah menabrak sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat. Wirdel mengaku heran Priyanto tidak membawa Handi dan Salsa ke rumah sakit.

Wirdel sempat membandingkan jabatan Priyanto dengan dua anak buahnya, Kopda Andreas Dwi Atmoko dan Koptu Achmad Sholeh. Menurutnya, keputusan dua anak buah Priyanto, yang hanya dibekali sekolah menengah, jauh lebih realistis dibandingkan Priyanto, yang sudah berdinas lama.

"Dari hal ini, ada satu hal yang bisa kita petik. Ternyata, dalam kondisi tertentu, seseorang yang bekalnya cuma sekolah menengah, diberi pangkat kopral, kadang-kadang lebih realistis daripada orang yang sudah lama berdinas ataupun yang sudah dibekali dengan pengetahuan akademi," kata Wirdel kepada wartawan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022).

Diketahui, saat itu, Andreas dan Achmad hendak membawa Handi dan Salsa ke rumah sakit. Namun Priyanto menolak dan memilih membuang jasad Handi dan Salsa ke sungai.

"Kita bisa melihat dua orang kopral itu menyampaikan kepada Terdakwa agar jangan dibuang, dibawa ke rumah sakit," jelas Wirdel.

"Nah, itulah yang dikatakan, setiap orang kecelakaan, pasti dicari ke rumah sakit atau kantor polisi. Hal-hal yang sudah diketahui oleh umum. Ini yang tidak dilakukan oleh terdakwa itu," tambahnya.

Lebih lanjut, Wirdel mengatakan oditur tetap pada tuntutannya. Wirdel berharap tegaknya hukum di sidang vonis Priyanto.

"Harapan saya, tegak hukum, berapa pun pidana yang dijatuhkan oleh majelis hakim, nantinya kan masih ada upaya hukum. Ada banding, kasasi, begitupun pihak Terdakwa," ujar Wirdel.

Kasus ini bermula dari Kolonel Priyanto dan dua anak buahnya menabrak Handi dan Salsa di Nagreg. Bukannya menolong korban, Kolonel Priyanto cs malah membawa mereka hingga keluar dari Jabar dan membuang tubuh kedua korban ke anak Sungai Serayu. Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Kolonel Priyanto Hadapi Vonis 7 Juni, Oditur: Tetap Tegak Hukum!':

[Gambas:Video 20detik]