Balasan Menohok soal Sapta Marga Usai Kolonel Priyanto Bawa Tanda Jasa

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 06:11 WIB
Kolonel Priyanto
Kolonel Priyanto saat menjalani sidang. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa kasus pembunuhan sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat, Kolonel Inf Priyanto minta dibebaskan dari tuntutan hukuman seumur hidup sembari menyinggung tanda jasa yang diperolehnya. Oditur militer menyinggung soal jiwa Sapta Marga Priyanto yang tega hingga membuang Handi dan Salsa.

Kolonel Priyanto menyesali perbuatannya pada kasus pembunuhan sejoli Handi Saputra dan Salsabila. Priyanto mengaku perbuatannya itu telah merusak institusi TNI, khususnya TNI AD.

"Dan saya sampai saat ini belum sempat mengucapkan maaf kepada keluarga korban. Sampai saat ini, saya berusaha untuk menyampaikan maaf kepada keluarga korban," kata Priyanto dalam persidangan seusai pembacaan pleidoi, Selasa (10/5), di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur.


"Jadi saya ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya dan merupakan penyesalan yang sangat dalam dan kami mohon kiranya Yang Mulia bisa melihat dari apa yang kami lakukan bahwa hal itu memang sangat-sangat bodoh sekali," sambungnya.

Pada saat pembacaan pleidoi, penasihat hukum Kolonel Priyanto, Letda Aleksander Sitepu, meminta majelis hakim untuk mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan dan Satya Lencana Seroja yang diperoleh Priyanto.

"Terdakwa telah memperoleh tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun, dan Satya Lencana Seroja," jelas Aleksander.


Aleksander juga menuturkan Priyanto pernah ikut melaksanakan operasi di Timor-timor dan selama di persidangan, Priyanto bersikap sopan. Hal itu, kata Aleksander, merupakan hal-hal yang bisa menjadi pertimbangan hakim dalam memutus kasus kliennya.

"Terdakwa pernah mempertaruhkan jiwa raganya untuk NKRI melaksanakan tugas operasi di Timor-timor," kata Aleksander.

"Terdakwa sangat sopan dan sangat mengindahkan tata krama militer selama persidangan," tam

Oditur Tetap Tuntut Seumur Hidup Bui

Oditur militer tetap menuntut Kolonel Inf Priyanto seumur hidup penjara dalam kasus pembunuhan sejoli Handi Saputra dan Salsabila. Oditur tetap pada pendiriannya meski Priyanto meminta dibebaskan.

"Oditur militer tinggi berpendapat tidak ada kekeliruan dalam pembuktian unsur dan penerapan hukum dalam tuntutan kami, sehingga oditur militer tinggi tetap pada tuntutan yang dibacakan pada hari Kamis, tanggal 21 April 2022," kata oditur militer Kolonel Sus Wirdel Boy saat membacakan replik di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (17/5).

Wirdel Boy membantah jika dikatakan dakwaan yang disusunnya itu keliru. Dia menyebut surat dakwaan sudah sesuai dengan ketentuan dan cara pengambilan alat bukti yang sah yang diatur dalam perundang-undangan.

Simak video 'Oditur Tepis Kolonel Priyanto Panik Saat Buang Handi-Salsa di Sungai':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: