Mendagri Singapura Ungkap Ancaman Pendukung UAS, Ini Kata Kepala BNPT

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 15:47 WIB
Kepala BNPT Boy Rafli Amar
Kepala BNPT Boy Rafli Amar (Dok. BNPT)
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Boy Rafli Amar buka suara terkait ancaman pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) yang diungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura, K Shanmugam. Boy Rafli berbicara soal fanatisme beragama.

Boy Rafli menilai fanatisme pada dasarnya adalah sikap positif pemeluk agama. Boy Rafli menyebut fanatisme dapat meningkatkan keimanan para pemeluk agama.

"Fanatisme itu sebuah hal positif bagi pemeluk agama yang bersangkutan dalam menjalankan syariat agama untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan," kata Boy Rafli Amar saat ditemui di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Boy Rafli menuturkan pernyataan seorang tokoh memang bisa menjadi inspirasi pemeluk agama. Dia pun tak menampik ada beberapa peristiwa ketika ucapan tokoh menginspirasi orang lain melakukan aksi teror.

"Tapi, dalam beberapa peristiwa lain, ucapan tokoh bisa menginspirasi orang melakukan kekerasan dan bahkan melakukan tindakan teror. Kita punya fakta itu," ucapnya.

Kembali ke soal fanatisme. Boy Rafli beranggapan, dalam konteks kehidupan beragama, fanatisme merupakan karakter penganut agama.

Namun, menurut jenderal polisi bintang 3 itu, yang terpenting jangan menyalahkan ajaran agama lain. Sebab, sebut Boy Rafli, menyalahkan ajaran agama lain berpotensi menimbulkan intoleransi.

"Fanatisme ini saya pikir, dalam konteks kehidupan kita beragama, itu karakter kita sebagai penganut agama. Yang terpenting, kita harus menghormati kebenaran versi agama lain. Yang penting kita tidak menyalahkan ajaran orang lain yang berbeda dengan keyakinan kita. Mereka punya fanatisme sendiri," paparnya.

"Kalau kita memaksakan versi kebenaran kita, sementara agama lain mengajarkan lain, tentu ini berpotensi menimbulkan intoleransi," sambung dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Mobil Komando Rusak, Pendukung UAS Bubar dari Kedubes Singapura

[Gambas:Video 20detik]