Ancang-ancang Pendukung UAS Demo Lebih Besar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 08:01 WIB
Massa Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) demo di depan Kedubes Singapura, Jakarta. Mereka tuntut Singapura minta maaf usai deportasi Ustaz Abdul Somad.
Foto: Aksi pendukung UAS geruduk Kedubes Singapura (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) dari Pertahanan Ideologi Sarikat Islam (Perisai) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Kedubes Singapura buntut ditolaknya UAS oleh negeri Singa. Mereka menyayangkan aksi unjukrasa tersebut tidak mendapatkan respons dan bakal menggelar aksi unjuk rasa lanjutan.

UAS ditolak masuk Singapura saat datang dari Pelabuhan TPI Batam Center, Kepulauan Riau, pada 16 Mei 2022. UAS dan rombongan kembali dipulangkan ke Indonesia melalui pelabuhan Batam tempat rombongan itu awalnya berangkat. KBRI Singapura menjelaskan UAS mendapat not to land notice karena dinilai tidak memenuhi kriteria eligible untuk berkunjung ke Singapura.

"Kami Perisai patuh dengan aturan yang berlaku di Republik ini namun sangat disayangkan bilamana permintaan kami tidak direspons," kata koordinator lapangan aksi, Muhammad Senanatha, kepada wartawan, Minggu (22/5).

Senanatha mengatakan tidak dikabulkannya tuntutan Perisai bakal memicu munculnya aksi dari kelompok lain pendukung UAS. Dia menyebut penolakan UAS merupakan bentuk diskriminasi bagi warga Indonesia.

"Karena tidak menutup kemungkinan akan adanya aksi yang berkelanjutan bahkan juga dilakukan oleh kelompok lainnya yang bersimpati terhadap warga Indonesia yang telah dizalimi di negara lain, penuduhan terhadap Ustaz Abdul Somad sama saja telah mendiskriminasi warga negara Republik Indonesia," tuturnya.

Perisai kata Sanatha bakal menggelar aksi lanjutan jika tidak ada permintaan maaf dari Kedubes Singapura. Dia menyebut aksi tersebut bakal dilakukan di Kedubes Singapura dan Istana Presiden dengan jumlah massa yang lebih banyak.

"Untuk berikutnya kami sedang merencanakan aksi damai dengan jumlah massa yang lebih besar," ujarnya.

"Untuk saat ini kita masih konsolidasi di internal Perisai dengan estimasi massa 1.000 orang," sambungnya.

Dia mengatakan aksi lanjutan tersebut bakal dilakukan dalam waktu dekat. Dia berharap kejadian penolakan memasuki wilayah negara lain, seperti UAS, tak terulang.

"Harapannya tidak ada lagi warga negara Indonesia yang dizalimi atau didiskriminasi di negara lain siapa pun itu," tuturnya.

Simak juga video 'Potret Poster UAS Pahlawan NKRI di Demo Kedubes Singapura':

[Gambas:Video 20detik]



Baca berita selengkapnya di halaman berikut