Anies Ajak Digital Nomad Kerja dari Kepulauan Seribu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 15:46 WIB
Anies Baswedan di Pulau Bidadari (Tiara-detikcom)
Anies Baswedan di Pulau Bidadari (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat Kepulauan Seribu punya peluang pariwisata yang besar. Menurutnya, kawasan di utara Jakarta ini cocok bagi pekerja digital.

"Kepulauan Seribu memiliki potensi pariwisata amat besar, termasuk peluang bagi digital nomad yang merupakan konsep bekerja dari lokasi yang berpindah-pindah dengan memanfaatkan teknologi," kata Anies, Selasa (24/5/2022).

Hal itu dia sampaikan saat pencanangan Jakarta Hajatan ke-495 di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu. Digital nomad dikenal sebagai seseorang yang bekerja di sektor digital yang ruang kerjanya tak terikat tempat tertentu.

Anies mengungkap, Jakarta dan Bodetabek menjadi ekosistem start-up terbesar di Indonesia. Dia menyebut ada 471 start-up atau jumlahnya 39,9% start-up di Indonesia.

Merujuk data ini, Anies meyakini Jakarta memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem digital. Dia mengklaim saat ini akses Wi-Fi gratis melalui program JakWifi dipasang lebih dari 9.000 titik.

"Di sisi lain, Jakarta memiliki potensi yang luar biasa di sektor pariwisata dan wilayah kepulauan yang masih dapat dikembangkan secara khusus menjadi pariwisata kelas global, dengan membawa konsep digital nomad," ujarnya.

Ke depan, Pemprov DKI bakal melakukan percepatan terhadap kebutuhan pengguna digital nomad dalam beraktivitas seperti menyediakan akses internet yang cepat, akses transportasi yang aman dan nyaman, memberikan kepastian akses tempat tinggal, memastikan kebutuhan dasar, seperti air bersih, pangan dan listrik tersedia.

Kemudian memastikan fasilitas bekerja yang memadai serta menyiapkan fasilitas hiburan yang menarik bagi para pelaku digital nomad. Tak hanya Kepulauan Seribu, konsep digital nomad bakal diterapkan di lokasi lainnya di wilayah Kota Jakarta.

"Perangkat daerah (PD) terkait akan menentukan lokasi piloting untuk pengembangan digital nomad di 5 (lima) wilayah kota dan 1 (satu) kabupaten Kepulauan Seribu. Lokasi tersebut nantinya akan ditingkatkan fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan minimal untuk pengembangan digital nomad," ujarnya.

"Terakhir, akan dibuat sebuah website informasi lokasi digital nomad serta fasilitas pendukung untuk mempermudah para digital nomad dalam mendapatkan informasi," sambungnya.

(taa/jbr)