Pemerintah Ingin Bangun 10 Rest Area di Tol Rute Jakarta-Semarang

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 15:37 WIB
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyoroti pentingnya rest area di jalan tol guna kenyamanan pemudik. Budi mengatakan pemerintah berencana membangun 10 rest area di Jalan Tol rute Jakarta-Semarang.

Hal ini disampaikan Budi saat konferensi pers di YouTube Setpres usai menyampaikan evaluasi mudik ke Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/5/2022). Budi mengatakan Jokowi setuju dengan rencana itu.

"Yang paling masif adalah memang prasarana rest area dan manajemennnya, tadi Pak Presiden sudah mencatat itu sebagai bagian yang harus dievaluasi. Oleh karenanya, secara detail kita akan minta kepada developer untuk menyediakan paling tidak 10 rest area dengan satu kualifikasi, kuantitas, dan kualitas, yang lebih baik dari sekarang," ujar Budi saat konpers.

Budi berharap nantinya fasilitas 10 rest area itu bisa lebih baik dari sekarang. Budi mengatakan pihaknya menyiapkan 100 hektare tanah.

"Fungsi-fungsi dari 10 rest area tersebut memang dalam jangka pendek tidal memberikan return, oleh karenanya kami usulkan kepada Pak Menteri PU (Basuki Hadimuljono) agar itu menjadi land bank, kalau developer nggak mau kita bisa berikan swasta untuk invest, di situ 10 hektare 10 titik rest area saat dijumlah 100 hektare yang tidak banyak, dan itu sangat menolong karena di situ tempat saudara-saudara kita melakukan istirahat," jelasnya.

Budi mengungkapkan 10 titik rest area itu ada di jalan tol rute Jakarta-Semarang. Alasannya, di jalan menuju Semarang itu masih banyak lahan kosong.

"Tentang titik-titik rest area kami usulkan yang dari Jakarta sampai ke Semarang dulu, karena kalau dari sana tidak ada hal tertentu yang masalah. Jadi kami perhatikan saat kami melaju ke Semarang atau dari Semarang ke sini kelihatan sekali masih banyak tanah kosong, kalau itu dilakukan pembebasan pasti beri keuntungan bagi developer itu, nanti akan menjadi satu properti yang menguntungkan secara integrated terhadap jalan tol," katanya.

"Jadi ini kami sampaikan dan Pak Presiden juga sampaikan bahwa ini menjadi concern," imbuh Budi.

(zap/imk)