Menhub Minta Budaya Tertib Lalu Lintas Ditanamkan pada Anak Sejak Dini

Erika Dyah - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 19:37 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk  menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada masyarakat sejak usia dini.
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada masyarakat sejak usia dini. Kemenhub dan UGM berkolaborasi menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara (safety riding).

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kolaborasi dengan institusi pendidikan atau sekolah-sekolah sangat penting dilakukan agar hasilnya lebih optimal. Baik dari jenjang tingkat dasar hingga jenjang perguruan tinggi.

"Kami tidak mungkin melakukan upaya ini sendirian, kita harus sama-sama berkolaborasi untuk mendidik anak-anak dan masyarakat kita, agar memiliki kesadaran berlalu lintas yang baik," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (23/5/2022).

Budi menekankan pendidikan berlalu lintas yang baik perlu ditanamkan sejak usia dini agar lebih membekas dan diingat sepanjang hidup mereka.

"Dengan format yang menyenangkan, kita berikan edukasi yang membuat mereka senang, seperti menggambar zebra cross, lampu dan rambu lalu lintas, dan lain sebagainya," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat terus berkomitmen untuk melakukan gerakan sadar berlalu lintas sejak usia dini. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi dengan faktor penyebab tertinggi yaitu akibat kesalahan manusia (human error).

Data Korlantas Polri menyebutkan setiap jamnya dua orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Pada tahun 2021, Indonesia mencatat ada 103.645 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 25.266 korban meninggal dunia, 10.553 korban luka berat, dan 117.913 korban luka ringan. Korban kecelakaan didominasi oleh usia produktif antara 20-49 tahun.

Budi pun mengungkap pihaknya memiliki sebuah program pengenalan dan pembelajaran cara berlalu lintas untuk anak-anak usia dini. Program ini bekerja sama dengan guru-guru sekolah yang membidangi pendidikan TK dan PAUD.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan pihaknya mendukung inisiasi yang dilakukan oleh Kemenhub dalam rangka menanamkan budaya berlalu lintas yang baik kepada masyarakat sejak usia dini.

"Kita sering berhasil menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak yang masih TK atau SD. Mereka malah bisa menjadi pengingat, misalnya kita sebagai orang tua melanggar rambu-rambu lalu lintas," tutur Panut.

Ia menjelaskan kegiatan yang berlangsung di UGM berupa kegiatan edukasi, seperti lomba mewarnai rambu dan simbol lalu lintas, serta bernyanyi bersama lagu anak-anak tentang lalu lintas.

Selain menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak dan masyarakat umum, pihaknya juga menggelar pameran kendaraan listrik. Pameran ini dilakukan dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang penggunaan kendaraan ramah lingkungan sebagai kendaraan masa depan. Apalagi mengingat semakin tingginya penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak atau fosil yang menyebabkan polusi udara dan perubahan iklim sehingga dapat membahayakan kelangsungan kehidupan manusia.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan jajaran akademisi UGM. Peserta dalam sosialisasi ini terdiri dari para siswa TK dan SD, para mahasiswa UGM, dan sejumlah perusahaan kendaraan listrik baik itu bus, mobil, sepeda motor dan sepeda.

(akd/ega)