Aset KSP Indosurya Aset yang Disita Diharapkan Dikembalikan ke Korban

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 20:56 WIB
Sebanyak 14.500 orang menjadi korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Korban berharap aset yang telah disita dapat dikembalikan kepada korban. (Anggi M/detikcom)
Foto: Sebanyak 14.500 orang menjadi korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Korban berharap aset yang telah disita dapat dikembalikan kepada korban. (Anggi M/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 14.500 orang menjadi korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Korban berharap aset yang telah disita dapat dikembalikan kepada korban.

"Kami mengajukan ganti kerugian para korban dan meminta aset yang disita dapat dikembalikan kepada korban," kata Kuasa Hukum Korban KSP Indosurya, Ruth M Simamora, kepada wartawan di sebuah kafe di Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

Ruth mengatakan dari total nilai kerugian korban, aset yang telah disita oleh Bareskrim baru sebesar Rp 2 triliun.

Dia mengatakan total kerugian korban mencapai Rp 15,9 triliun. Menurutnya, masih banyak aset yang belum disita oleh Bareskrim.

"Informasi yang kami terima nilai total aset yang disita oleh Bareskrim sampai Rp 2 triliun sementara nilai kerugian Rp 15,9 triliun, jadi masih banyak aset yang kami percaya, banyak aset yang belum ditelusuri dan dilakukan penyitaan," katanya.

Selain itu, Ruth meminta Bareskrim untuk memeriksa seluruh anggota keluarga pelaku. Menurutnya, banyak aliran dana yang mengalir ke keluarga para pelaku.

"Kami berpendapat bahwa Bareskrim harus seimbang di dalam proses penyelidikan ini bersama PPATK untuk menelusuri ke mana seluruh dana-dana, yang khususnya ke rekening bank yang digunakan saat menerima penyetoran dana dari korban itu mengalir, jadi itu harus benar-benar ditelusuri secara teliti karena berdasarkan informasi yang kami dengar baik dari korban atau karyawan dana jut mengalir ke rekening keluarga, baik orang tua, istri atau saudara bahkan perusahaan lain," katanya.

"Sehingga kami meminta pihak-pihak yang terlibat dengan adanya penelusuran dana ini atau pelimpahan dana ini atau mengalirnya dana ini dapat disidik dan segera dilakukan penyitaan," sambungnya.

Lebih lanjut, Ruth berharap selain pihak Kejaksaan dapat memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku. Dia berharap Kejaksaan dapat memberikan keputusan yang adil mengenai tuntutan ganti rugi korban.

"Tidak lupa kami meminta pihak kejaksaan untuk dapat menuntut agar nantinya pengadilan dapat memberikan putusan mengenai tuntutan ganti rugi para korban bersamaan dengan perkara pidana ini, tidak lupa kami meminta kejaksaan untuk dapat menuntut hukuman maksimal bagi HS dan kawan-kawan demi keadilan bagi para korban," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Polisi Kembali Limpahkan Berkas Perkara KSP Indosurya ke Kejaksaan':

[Gambas:Video 20detik]