Ikuti Petunjuk Jaksa, Polisi Limpahkan Kembali Berkas Perkara KSP Indosurya

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 17:07 WIB
Jakarta -

Polisi kembali melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, yang sebelumnya dinyatakan tidak lengkap atau P19 oleh Kejaksaan Agung. Berkas perkara itu kembali dilimpahkan ke Kejaksaan pada Jumat (13/5) setelah polisi mengikuti petunjuk jaksa.

"Perkembangan penanganan perkara Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta pada Jumat, tanggal 13 Mei 2022, penyidik melakukan pengiriman berkas kembali ke JPU. Ada tiga berkas," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Gatot mengatakan ada tiga berkas tersangka KSP Indosurya yang dilimpahkan kembali ke kejaksaan. Ketiganya adalah HS, SA, dan JI.

"Yang pertama untuk berkas tersangka atas nama HS, SA, dan JI yang telah dilengkapi sesuai dengan petunjuk jaksa atau P19 dari kejaksaan, namun berkas perkara tersebut sudah diterima oleh Kejaksaan Agung dan telah berkoordinasi dengan JPU," tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim telah menahan dua petinggi KSP Indosurya berinisial HS dan JI, yang menjadi tersangka dalam kasus penipuan ini. Sedangkan satu orang petinggi KSP Indosurya lainnya, yakni Suwito Ayub, masih diburu.

"Untuk itu, kami memanggil dua tersangka lainnya atas nama Saudara HS dan Saudari JI untuk dimintai keterangan dan melakukan proses penangkapan-penahanan karena dikhawatirkan akan melarikan diri seperti Saudara Suwito Ayub," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu, Selasa (1/3).

Suwito Ayub diduga kabur ke luar negeri. Bareskrim Polri pun mengajukan red notice ke Interpol untuk memburu Suwito.

"Terkait dengan pencarian Tersangka Suwito Ayub, di sini kami sudah meminta Interpol menerbitkan red notice," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu.

Whisnu menduga Suwito Ayub melarikan diri ke luar negeri dengan menggunakan paspor palsu. Suwito sempat terdata melakukan perjalanan ke Singapura.

"Dengan menggunakan identitas yang berbeda dengan data di Polri dan diduga menggunakan paspor palsu," ujar Whisnu.

"Kami sedang menelusuri dan sementara saat ini didapatkan informasi bahwa Tersangka Ayub melintas ke Singapura pada akhir November 2021," imbuhnya.

(yld/yld)