KPK Usut Dugaan Ade Yasin Kumpulkan Duit dari Kontraktor di Kasus Suap BPK

M Hanafi - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 16:23 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin Saat Hendak Menuju Rutan KPK
Bupati Bogor Ade Yasin (Wilda/detikcom)
Jakarta -

KPK mengusut dugaan perintah Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin untuk mengumpulkan uang dari beberapa kontraktor. KPK menyebut duit itu diduga dikumpulkan dari kontraktor yang mengerjakan proyek di Kabupaten Bogor.

"Keempat saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan perintah dari Tersangka AY (Ade Yasin) untuk mengumpulkan sejumlah uang dari beberapa kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemkab Bogor," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (23/5/2022).

Pemeriksaan dilakukan pada Jumat (20/5) di gedung KPK. Ada empat saksi yang diperiksa, yakni Sekretaris KONI Kabupaten Bogor Rieke Iskandar; Dirut PT Kemang Bangun Persada Sunaryo; Dirut PT Sabrina Jaya Abadi H Sabri Amirudin; dan pihak swasta Krins Candra Januari.

Ali mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK) yang merupakan Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat. Ali menyebut Penyidik memeriksa dua pelajar atau mahasiswa, yakni Putri Nur Fajrina dan Genia Kamilia Sufiadi. Mereka dicecar terkait dugaan aliran uang dari berbagai pihak untuk Hendra.

"Putri Nur Fajrina (pelajar atau mahasiswa) dan Genia Kamilia Sufiadi (pelajar atau mahasiswa), keduanya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang dari beberapa pihak untuk tersangka HNRK," kata Ali.

KPK turut memeriksa pegawai honorer BPK Perwakilan Jawa Barat Muhammad Wijaksana dan sopir bernama Tantan Septian. Mereka didalami pengetahuannya soal dugaan pemberian uang antara Hendra dengan tersangka lainnya, Ihsan Ayatullah dan Rizki Taufik.

"Muhammad Wijaksana dan Tantan Septian, keduanya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya beberapa pertemuan Tersangka HNRK dengan Tersangka IA (Ihsan Ayatullah) dan Tersangka RT (Rizki Taufik), untuk menerima sejumlah uang sebagai dana operasional Tim Auditor BPK Perwakilan Jabar," ujarnya.

Ali mengatakan ada satu saksi yang tidak hadir, yakni Dirut CV Raihan Putra Jonarudin Syah. Ali menjelaskan KPK akan melakukan pemanggilan ulang.

Sebelumnya, Ade Yasin ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. Dia diduga menyuap pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat senilai Rp 1,9 miliar agar Kabupaten Bogor mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

"Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh AY (Ade Yasin) melalui IA (Ihsan Ayatullah) dan MA (Maulana Adam) kepada tim pemeriksa, di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp 10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di KPK, Kamis (28/4).

Simak Video 'Kena OTT, Bupati Bogor Salahkan Anak Buah: Inisiatif Membawa Bencana!':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)