Mentan Jamin Hewan Kurban Idul Adha Bukan dari Zona Merah PMK

Nahda Rizky Utami - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 15:21 WIB
Kampung 99 Pepohonan di Depok tidak hanya menawarkan tempat wisata yang sejuk. Jelang Idul Adha, tempat ini juga menawarkan beragam hewan kurban.
Ilustrasi Hewan Kurban (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan hewan kurban saat Idul Adha bukan berasal dari zona merah yang terkonfirmasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Syahrul menjamin hewan kurban sehat dan layak potong.

"Ketersediaan hewan kurban tersebut bukan berasal dari daerah atau kota yang masuk dalam zona merah terkonfirmasi PMK berdasarkan hasil uji laboratorium," kata Syahrul saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2022).

Sebanyak 1,72 juta hewan ternak siap dipotong saat Idul Adha nanti. Angka itu mengalami kenaikan sebanyak 6 persen dari 2021.

"Untuk menjamin ternak kurban yang sehat dan layak untuk potong, Kementan telah menghitung perkiraan ternak yang dapat dipotong 2022 sebanyak 1,72 juta ekor atau mengalami kenaikan estimasi 5-6 persen dari tahun 2021 sebanyak 1,64 juta ekor," jelas Syahrul.

Edukasi ke Pedagang Hewan Kurban

Syahrul mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban. Mereka juga dibekali petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

"Saat ini sedang dilakukan persiapan pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban oleh seluruh dinas kabupaten/kota yang dibekali pula dengan petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan kurban untuk dipedomani," ujar Syahrul.

"Potensi ternak yang tersedia dalam rangka memenuhi hewan kurban meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba," sambungnya.

Lebih lanjut Syahrul menuturkan, pihaknya telah membangun crisis center nasional untuk mensosialisasi kejadian PMK kepada masyarakat. Kementan juga telah mengawal zona merah wabah PMK melalui pusat kesehatan hewan (puskeswan).

"Kami telah membangun crisis center nasional sehingga dapat meminimalisir kesalahan komunikasi di kalangan masyarakat yang menyikapi kejadian PMK," imbuh Syahrul.

"Intinya bahwa semua daerah merah kami telah kawal dengan ketat dengan segala kekuatan yang ada pada puskeswan dan tenaga-tenaga kesehatan hewan yang ada," sambungnya.

Simak juga 'Satgas PMK Termukan 3 Sapi di Parepare Terinfeksi Brucellosis':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)