Polda Metro: Demo Buruh Hari Ini Tertib, Tak Ada Penyusup

Anggi Muliawati - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 18:31 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan (Anggi/detikcom)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Demonstrasi yang dilakukan oleh elemen buruh hari ini selesai digelar di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian memastikan demo tersebut berjalan tertib.

"Demo hari ini masih kaitannya dengan May Day yang dilakukan oleh elemen buruh berjalan dengan tertib. Kami dari Polda Metro Jaya mengucapkan terima kasih kepada para peserta aksi yang sudah menjaga kedamaian aksi hingga akhir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2022).

Zulpan mengatakan, sejak massa berdatangan ke Patung Kuda siang tadi, tidak ada kejadian menonjol yang terjadi di lokasi. Para peserta aksi bisa mengikuti tiap aturan dalam penyampaian pendapat di muka umum.

"Kepolisian juga dari awal hingga akhir menjaga dan mengawal kegiatan ini dengan baik. Kemudian kita mengharapkan yang baik seperti ini bisa kita pertahankan," sambungnya.

Selain itu, Zulpan menambahkan pihaknya memastikan tidak ada penyusup yang mencoba menyelinap mengikuti aksi massa buruh hari ini.

"Tidak ada ya (penyusup) dari peserta aksi sekitar 1.500 ini, berjalan tertib. Kita saksikan mereka mengikuti ketentuan yang ada sesuai UU No 9 Tahun 1998, yaitu terkait batasan waktu penyampaian pendapat di muka umum. Ini sudah mau pukul 18.00 WIB mereka sudah mau membubarkan diri," katanya.

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan demo hari ini hanya berlangsung di Patung Kuda. Massa aksi yang sebelumnya akan menggelar demo di DPR bergeser ke Patung Kuda.

"Tidak ada ya (kerusuhan), jadi demo hari ini konsentrasinya hanya di satu titik di Patung Kuda ini. Semula ada penyampaian di depan DPR/MPR, ternyata mereka menggeser hanya di satu titik di Patung Kuda," tuturnya.

Sebelumnya, massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) berdemo di Patung Kuda. Mereka membawa beberapa tuntutan, mulai pencabutan omnibus law hingga penghentian sistem kerja kontrak.

"Kami menuntut, pertama, cabut omnibus law beserta turunnya. Kedua, hentikan pembahasan revisi UU pembentukan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya hentikan tindakan represivitas kriminalisasi gerakan rakyat," kata juru bicara Gebrak, Nining Elitos, kepada wartawan, Sabtu (21/5).

"Selanjutnya tentang turunkan harga, mulai BBM, tarif dasar listrik, elpiji dan sembako, PPN, dan tol," sambungnya.

(ygs/ygs)