Wagub Riza Senang DKI Raih Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi 2021

Fakhri Fadlurrohman, Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 17:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi pada 2021. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku bersyukur Jakarta mendapat posisi tertinggi.

"Kami tentu senang dan bersyukur DKI Jakarta sampai hari ini di posisi yang tertinggi, terbaik dalam IPM. Ini memang kita upayakan," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (21/5/2022).

Riza mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal utama jika ingin membangun bangsa. Kebijakan yang baik, katanya, berpengaruh terhadap pembangunan SDM.

"Seperti sering kita sampaikan, kalau ingin membangun bangsa ini, utamanya ya membangun SDM. Jadi itu penting kita dorong. Berbagai kebijakan membangun ekosistem yang baik terhadap pembangunan manusia itu sendiri," jelas Riza.

Riza mengatakan sumber daya alam yang melimpah saja tidak cukup untuk memajukan suatu bangsa. Menurutnya, SDM yang berkualitas juga merupakan faktor penting.

"Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tidak cukup, harus disempurnakan dilengkapi dengan pembangunan manusia, dengan indeks nomor manusia yang tinggi yang baik ini. Insyaallah kita tidak hanya bisa menjaga merawat sumber daya alam ini, tapi juga menghadirkan kemakmuran bagi seluruh tanah air bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan IPM 2021. Hasilnya, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IPM tertinggi dan Papua terendah.

Dilihat detikcom, IPM 2021 dipublikasi BPS pada Mei 2022. Salah satu fokus yang dibahas dalam publikasi IPM 2021 ini ialah dampak pandemi COVID-19 terhadap capaian pembangunan manusia.

"Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah membawa dampak yang luas bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali pada capaian pembangunan manusia. Beberapa negara di dunia diperkirakan mengalami perlambatan pertumbuhan IPM, bahkan ada yang mengalami penurunan akibat pandemi. Kita patut bersyukur bahwa IPM Indonesia pada tahun 2020 masih tumbuh meski mengalami perlambatan. Pada 2021, IPM Indonesia juga mampu tumbuh lebih baik lagi meskipun masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2019," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam Kata Pengantar publikasi IPM tersebut.

BPS menjelaskan sejumlah dimensi yang menjadi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. Penghitungan IPM yang dilakukan Indonesia merujuk pada tiga dimensi itu yang kemudian mengalami penyempurnaan metodologi oleh UNDP pada 2014.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan oleh indikator umur harapan hidup (UHH) saat lahir. Umur harapan hidup saat lahir merupakan rata-rata perkiraan lamanya waktu (dalam tahun) yang dapat dijalani seseorang selama hidupnya.

Dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Kedua indikator itu dinilai merefleksikan kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.