Data BPS: Indeks Pembangunan Manusia 2021 DKI Tertinggi, Papua Terendah

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 14:09 WIB
Hari terakhir libur sekolah dimanfaatkan orang tua untuk mengajak anaknya bermain di Taman Tebet Eco Park. Yuk, intip keseruannya!
Ilustrasi warga di Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2021. Hasilnya, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IPM tertinggi dan Papua terendah.

Dilihat detikcom, Sabtu (21/5/2022), IPM 2021 ini dipublikasi BPS pada Mei 2022. Salah satu fokus yang dibahas dalam publikasi IPM 2021 ini ialah dampak pandemi COVID-19 terhadap capaian pembangunan manusia.

"Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah membawa dampak yang luas bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali pada capaian pembangunan manusia. Beberapa negara di dunia diperkirakan mengalami perlambatan pertumbuhan IPM, bahkan ada yang mengalami penurunan akibat pandemi. Kita patut bersyukur bahwa IPM Indonesia pada tahun 2020 masih tumbuh meski mengalami perlambatan. Pada tahun 2021 IPM Indonesia juga mampu tumbuh lebih baik lagi meskipun masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2019," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam Kata Pengantar publikasi IPM tersebut.

BPS menjelaskan sejumlah dimensi yang menjadi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. Penghitungan IPM yang dilakukan Indonesia merujuk pada tiga dimensi itu yang kemudian mengalami penyempurnaan metodologi oleh UNDP pada 2014.

"UNDP menggunakan data Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita sebagai indikator pada dimensi standar hidup layak. Akan tetapi, data tersebut tidak tersedia di tingkat daerah sehingga digunakan indikator pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebagai alternatif. Indikator ini dapat dihitung hingga tingkat kabupaten/kota. Indikator pengeluaran riil per kapita juga mampu mencerminkan indikator pendapatan masyarakat dan menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai output
dari kegiatan ekonomi," tulis BPS.

BPS menggunakan batasan nilai maksimum, yakni Rp 26.572.352 dan minimum Rp 1.007.436 dalam perhitungan indeks pengeluaran.

Selanjutnya, dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan oleh indikator umur harapan hidup (UHH) saat lahir. Umur harapan hidup saat lahir merupakan rata-rata perkiraan lamanya waktu (dalam tahun) yang dapat dijalani seseorang selama hidupnya.

"Standardisasi nilai UHH dilakukan dengan konversi menjadi indeks harapan hidup yang dihitung berdasarkan nilai maksimum dan minimum UHH yang sesuai dengan standar UNDP, yaitu 85 tahun untuk nilai maksimum dan 20 tahun untuk nilai minimum," tulis BPS.

Dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Kedua indikator itu dinilai merefleksikan kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan.

"Harapan Lama Sekolah adalah lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak yang berumur 7 tahun, sementara rata-rata lama sekolah merupakan jumlah tahun yang dijalani oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menempuh pendidikan formal," tulis BPS.

Lalu bagaimana capaian IPM tiap provinsi selama 2021? Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.