PKB Prihatin Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Kemlu Diminta Pertanyakan

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 17:16 WIB
Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)
Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengaku prihatin atas pengibaran bendera pelangi LGBT di Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia di Jakarta. Marwan mengatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI dapat mempertanyakan maksud dari Kedubes Inggris mengibarkan bendera tersebut.

"LGBT di Indonesia itu masih dilarang, karena semua UU terkait dengan perkawinan itu semua pasalnya tidak memperbolehkan. Maka, ketika membahas UU penghapusan TPKS pada masa lalu kenapa menjadi alot karena beririsan dengan hasrat. Maka dapat dicerminkan bahwa masyarakat Indonesia memaknai hak asasi itu adalah yang tidak bertentangan juga dengan norma," kata Marwan saat dihubungi, Sabtu (21/5/2022).

Anggota Fraksi PKB itu mengatakan, karena norma tersebut masih berlaku di Indonesia, sebaiknya, sebagai negara sahabat, pemerintah Inggris menghormati masyarakat Indonesia. Menurutnya, peristiwa tersebut dapat menimbulkan kegaduhan.

"Oleh karena itu, saya kira pantas kita mempertanyakan, sudah boleh pemerintah Indonesia mempertanyakan sikap Inggris yang mengangkat bendera tentang itu karena itu akan membuat gaduh masyarakat Indonesia. Karena membuat gaduh itu masuk dalam kategori tidak menghargai sesama negara yang bersahabat," kata Marwan.

Marwan menilai pemerintah Indonesia dapat mempertanyakan tujuan pengibaran bendera LGBT itu meskipun pengibaran bendera tersebut itu dilakukan di wilayah kewenangan Kedubes Inggris. Sebab, menurutnya, kantor Kedubes Inggris itu masih berada di wilayah Indonesia.

"Jadi tidak boleh mentang-mentang itu teritori dia, di dalam Kedubes itu, tapi kan letaknya di Indonesia. Nah gitu, jadi sebebas apa pun di dalam teritori kedutaan besarnya itu, tapi jangankan di dalam teritori itu, di negaranya sendiri pun kalau menyinggung negara lain, komentar-komentar, pendapat, sikap, itu akan berakibat dengan cara kita memandang sebagai negara sahabat. Apalagi mereka melakukan di negara Indonesia sekalipun di dalam kantor kedutaan, yaitu teritori negaranya," katanya.

Karena itu, selain pemerintah mempertanyakan maksud Kedubes Inggris tersebut, Marwan meminta masyarakat tidak perlu gaduh.

"Jadi saya kira pertama kita menyayangkan itu, kedua perlu dimintai klarifikasi, ketiga masyarakat Indonesia tidak perlu menjadi gaduhlah tentang itu sepanjang kita mengambil sikap bahwa norma agama dan adat istiadat kita masih kita jaga dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya, kantor Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia yang berkedudukan di Jakarta sempat mengibarkan bendera pelangi LGBT. Namun kini bendera LGBT itu telah dicopot dan diganti dengan bendera Ukraina.

Sementara itu, soal bendera LGBT, akun Instagram resmi Kedutaan Inggris untuk Indonesia memberikan keterangannya. Pengibaran bendera warna-warni itu untuk memperingati hari anti-homofobia, 17 Mei.

"Kemarin, pada Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) - kami mengibarkan bendera LGBT+ dan menggelar acara, demi kita semua yang merupakan bagian dari satu keluarga manusia," demikian keterangan Kedutaan Besar Inggris untuk RI via akun resmi Instagram-nya.

Sikap pemerintah Inggris jelas, mendukung LGBT. Mereka mendesak masyarakat internasional untuk menghapus diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Inggris mendukung keberagaman dan toleransi.

"Kami mendesak negara-negara untuk mendekriminalisasi hubungan seks sejenis yang konsensual, dan untuk memperkenalkan undang-undang yang melindungi orang-orang LGBT+ dari segala bentuk diskriminasi," kata Kedutaan Inggris.

(yld/idh)