ADVERTISEMENT

Bea Cukai Soetta Bantah Terdakwa Kasus Pemerasan soal Mafia Impor

Khairul Maarif - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 17:20 WIB
Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Finari Manan (Khairul-detikcom)
Kepala Bea-Cukai Bandara Soetta, Finari Manan (Khairul/detikcom)

Sebelumnya, eks pejabat Bea-Cukai Bandara Soetta Qurnia Ahmad Bukhari menyebut dijebak dalam kasus pemerasan ke perusahaan jasa titipan (PJT) di Bandara Soetta. Dia menuding ada mafia impor di lingkungan bandara di balik kasus yang menjeratnya.

Qurnia merupakan terdakwa dalam kasus ini. Pernyataan Qurnia disampaikan saat Kepala Bea-Cukai Soetta Finari Manan bersaksi di sidangnya bersama terdakwa lain, yakni Vincentius Istiko Murtadji, di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (27/4/2022).

Qurnia mengatakan selama ini PT SKK sebagai perusahaan jasa titipan di bandara kerap memberi gratifikasi kepada petugas Bea-Cukai Soetta.

"Selama ini Soni (dari PT SKK) sudah memberikan gratifikasi ke teman-teman seangkatan Finari Manan, hasil monev menemukan pelanggaran penukaran barang impor di SKK yang berpotensi merugikan negara dari pajak impor dan denda," jelas Qurnia.

Dia menyebut Soni dan Edy Setyo dari SKK pernah bertemu Finari Manan. Menurutnya, ada perancangan kasus di bea-cukai sebagai pemerasan karena Finari Manan pernah menjadi anak buah dari pengurus PT SKK yang pernah menjabat di Bea-Cukai.

"Merancang pengaduan pemerasan yang notabene anak buah Edy (dari SKK), Finari anak buah Edy," bebernya.

Dia lantas meminta pernyataannya itu diusut. Dia menyebut ada 'mafia' Bandara Soetta.

"Karena teman seangkatannya menerima dari SKK. Finari Manan juga merekomendasikan PJT pesaing SKK dilakukan audit. Mohon mengembangkan kasus ini, membongkar sepak terjang mafia Bandara Soetta," tutur Qurnia.


(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT