PDIP Hormati Keputusan MKD DPR Setop Kasus Harvey Malaihollo Nonton Porno

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 11:11 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menyetop kasus anggota DPR RI Fraksi PDIP Harvey Malaihollo yang menonton konten porno saat rapat. PDIP yakin MKD punya mekanisme dalam pengambilan keputusan.

"Ya MKD kan punya mekanisme di dalam proses itu, sudah berkali-kali ada pelanggaran disiplin yang kemudian ditetapkan suatu keputusan oleh MKD," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2022).

Hasto menyebut pihaknya menghormati keputusan MKD untuk menyetop kasus Harvey yang menonton konten porno saat rapat.

"Kita hormati keputusan MKD," ucapnya.

Diketahui, MKD DPR RI telah meminta klarifikasi Harvey Malaihollo terkait kasus menonton konten porno saat rapat. MKD DPR mengungkap alasan mereka menyetop proses kasus tersebut.

"Sudah selesai diputus tadi. Beliau sudah minta maaf. Belum diminta mengakui, sudah mengakui kelalaiannya. Ya makanya kita selesaikan perkaranya, diputuskan seperti itu (disetop)," kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5).

"Yang bersangkutan juga sudah ada proses di partainya (PDIP) dan diinformasikan sudah ditegur di internalnya, juga sudah meminta maaf juga. Saya pikir ya selesailah," imbuhnya.

Habiburokhman kemudian menyinggung orang yang merekam aktivitas Harvey itu. Menurutnya, perekam aksi Harvey tak kunjung hadir untuk memberikan klarifikasi di MKD.

"Masalahnya juga kita sudah kasih waktu kepada orang yang mengambil foto itu, agar memberikan keterangan ke sini juga nggak hadir-hadir. Sudah berbulan-bulan juga," kata Waketum Partai Gerindra itu.

"Karena penting sebetulnya keterangan orang yang mengambil foto itu. Siapa yang mengambil foto itu, kesaksiannya dia sangat penting. Itu kita menunggu sekali, tapi nggak ada," imbuhnya.

(whn/haf)