Kasus ABG Tangsel Disundut Rokok, Ortu Diimbau Kontrol Anak Main Gim

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 10:43 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tangerang Selatan -

Seorang ABG di Tangerang Selatan, Banten, berinisial J (16) menjadi korban perundungan (bullying) teman-teman sepermainannya dengan disundut rokok karena dirasa menjadi penyebab kekalahan dalam game online. KPAI mengimbau orang tua mengawasi anak-anak bermain game online.

"KPAI mengimbau para orangtua untuk mengedukasi, mendampingi dan mengontrol anak-anaknya dalam bermain game online maupun mengontrol pergaulan anak untuk memghindari hal seperti ini terjadi," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).

Retno mengapresiasi pihak kepolisian yang bertindak cepat. Retno juga mengapresiasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangerang Selatan yang cepat mendampingi korban dalam hal pemulihan psikologis.

"Namun KPAI mendorong anak-anak pelaku juga dapat pendampingan psikologi agar tidak mengulangi perbuatan yang sama," tegas Retno.

Retno meyakini polisi pasti menawarkan penyelesaian kasus secara diversi atau di luar pengadilan. Namun, jika korban dan keluarganya tidak bersedia diversi, maka kasus akan bergulir di pengadilan.

"Kasus ini bisa masuk kategori pengeroyokan karena dilakukan bersama-sama, sehingga hukuman akan sangat bergantung pada masing-masing peran yang dilakukan oleh anak-anak pelaku saat melakukan kekerasan atau pengeroyokan tersebut," kata Retno.

Retno menyebut pelaku pidana biasanya akan terkena dampak di sekolahnya. Oleh karena itu Disdik Tangsel, jelas Retno, harus memastikan perlindungan dan pemenuhan hak atas pendidikan para pelaku yang terlibat dalam perkara ini.

"Anak peniru ulung, jadi ide melakukan hal seperti itu (menyundut rokok) bisa jadi karena ada di antara para pelaku yang pernah melihat atau mengalami kekerasan semacam itu," lanjutnya.

Kronologi

Sebelumnya diberitakan, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Aldo Primananda Putra mengatakan kronologi awal kejadian saat korban bersama para terduga pelaku yang juga anak di bawah umur itu hendak begadang. Para terduga pelaku juga merupakan teman bermain di satu kawasan yang saling bertetangga.

"Saat begadang mereka bermain game online secara tim. Kemudian tim itu kalah yang diduga akibat kesalahan dari korban," ujar Aldo kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Aldo mengungkapkan, akibat dari kekalahan tim ini, korban jadi pelampiasan teman-temannya. Tidak hanya disundut rokok, korban yang fobia terhadap pepaya juga ditakut-takuti dengan buah pepaya.

Simak video 'Viral Video Bocah di Tangsel Dianiaya dan Di-bully':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mei)