Polisi Cari Truk Penyerempet Tangki BBM Pertamina hingga Bocor di Jakbar

Antara - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 10:55 WIB
Penampakan tangki truk Pertamina yang bocor akibat terserempet kendaraan lain di Cengkareng, Jakbar
Penampakan tangki truk Pertamina yang bocor akibat terserempet kendaraan lain di Cengkareng, Jakbar. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Tangki sebuah truk Pertamina bocor akibat terserempet truk jenis wing box hingga muatan bahan bakar minyak (BBM) yang dibawa bocor dan tumpah di jalanan Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi tengah mencari truk wing box tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat Kompol Maulana Jali Karepesina mengatakan truk wing box tersebut kabur setelah menyerempet truk tangki BBM.

"Truk 'wing box' langsung meninggal lokasi usai menyerempet truk tangki," kata Kompol Maulana seperti dilansir Antara, Kamis (19/4/2022).

Peristiwa bocornya tangki truk pengangkut BBM bernopol B-9821-UFU itu terjadi pada Rabu (18/5) malam. Kebocoran terjadi setelah truk tangki BBM itu diserempet truk jenis wing box hingga menyebabkan bagian tangki rusak.

Dari gambar yang diterima detikcom, tampak tangki truk tersebut terbaret panjang hingga ada bagian yang bolong.

"Kebocoran pada kompartemen 2 yang berisi BBM sebanyak 8.000 liter," kata Maulana.

Maulana mengatakan peristiwa itu bermula ketika truk tersebut sedang melaju di Jalan Kayu Besar Raya Cengkareng pukul 21.00 WIB. Sesampai di perempatan Kayu Besar, bagian tangki truk tersebut diserempet truk jenis wing box di sisi kiri.

Akibatnya, tangki rusak dan mengalami kebocoran sehingga bahan bakar jenis Pertalite sempat tumpah ke jalan. Belum diketahui identitas pengemudi truk wing box tersebut.

Pihak kepolisian beserta petugas pemadam kebakaran langsung ke lokasi untuk menyemprotkan cairan sabun agar jalanan tidak licin saat dilewati kendaraan. Polisi juga sempat melakukan pengalihan arus lalu lintas di lokasi tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Akibat insiden tersebut, pihak Pertamina diduga mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.

(jbr/mei)