PKS ke PSI soal Sponsor Formula E: Tak Perlu Disoal, Asal Sesuai Aturan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 08:22 WIB
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi
Abdurrahman Suhaimi (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta beranggapan lain dengan Fraksi PSI perihal sponsor gelaran balap Formula E yang tak kunjung diungkap. Fraksi PKS DPRD DKI menganggap sponsor tidak patut dipersoalkan selama proses penunjukan sesuai dengan aturan.

"Sponsor tak perlu dipermasalahkan, yang penting sesuai aturan dan open manajemen," kata Penasihat Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi, kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Sekadar mengingatkan, PT Jakarta Propertindo (JakPro) merupakan BUMD pelaksana gelaran balap Formula E. JakPro belum mengungkap siapa sponsor balapan mobil listrik di Ancol, Jakarta Utara, bulan depan itu.

"Insyaallah JakPro bekerja secara profesional. Saya yakin hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat pasti akan segera dibuka sesuai aturan main yang disepakati, apakah harus di-publish semuanya atau tidak. Yang penting open manajemen, dapat diaudit secara baik," lanjutnya.

PSI Ragukan Sponsor Formula E

Sebelumnya diberitakan, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra meragukan sponsor Formula E. Hal ini disebabkan oleh panitia tak kunjung membuka jumlah sponsor, padahal balapan tinggal 18 hari lagi.

"Sangat tidak logis jika sponsor sampai saat ini logonya belum dipampang. Di mana-mana sponsor itu ditukar dengan exposure dan promosi. Logo pemberi sponsor dipasang di mana-mana," kata Anggara dalam keterangan tertulis, Selasa (17/5).

"Kalau tinggal kurang dari tiga minggu belum ada logo sponsor, sangat mungkin sponsornya gaib atau tidak nyata," imbuhnya.

Anggara memahami panitia penyelenggara Formula E kesulitan mencari sponsor. Sebab, kata dia, Formula E merupakan acara yang penuh ketidakjelasan.

"Kami tidak terkejut jika sponsor sulit didapatkan karena sponsor biasanya akan menginvestasikan uangnya ke acara yang jelas seluk beluknya dan memberi keuntungan kembali. Sedangkan Formula E banyak ketidakjelasan, mulai dari revisi studi kelayakan, jumlah penonton berubah-ubah, sampai mundurnya jadwal penjualan tiket. Sponsor pasti berhitung, layak atau tidak investasi di sini," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi E itu juga menyoroti lemahnya kontrol serta pengawasan Pemprov DKI Jakarta selama persiapan Formula E. Dia meminta Pemprov DKI tak lepas tanggung jawab.

Simak juga video 'Panjang Sirkuit Formula E Hanya Setengah dari F1, Kok Bisa?':

[Gambas:Video 20detik]

(dek/zak)