ADVERTISEMENT

MAKI: Tender Gorden DPR Sudah Seharusnya Batal karena Potensi Korupsi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 07:44 WIB
Boyamin MAKI (Farih Maulana Sidik/detikcom).
Foto: Boyamin MAKI (Farih Maulana Sidik/detikcom).
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) mengapresiasi Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI yang membatalkan tender gorden senilai Rp 43,5 miliar. Menurut MAKI sudah seharusnya tender tersebut dibatalkan karena ada penyimpangan.

"Satu sisi mengapresiasi atas pembatalan tender pengadaan gorden dan krainnya, dan itu memang sudah seharusnya," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

"Karena memang tender ini diduga ada penyimpangan, yaitu menggugurkan PT Sultan juga itu tidak benar, atau menyimpang dari aturan dengan mensyaratkan pernah mengerjakan gorden 50% dari nilai Rp 43 M, itu pasti tidak ada. Itu syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh minimal 2 pemborong atau 3 pemborong. Itu melanggar aturan, nggak boleh itu," imbuhnya.

Boyamin menilai dengan memenangkan PT Bertiga karena memiliki kemampuan dasar membuat gorden dan perusahaan baru adalah kesalahan. Sebab kata Boyamin, PT Bertiga merupakan perusahaan yang sudah berdiri lama namun baru mengurus izin pembuatan gorden sehingga terkesan perusahaan baru padahal bukan.

"Kedua, kemenangan PT Bertiga itu juga salah karena dia tidak punya kemampuan dasar tapi seakan-akan dia diperbolehkan menang karena alasannya perusahaannya baru, nah ini juga salah pengertian lagi, perusahaan baru itu betul-betul perusahaan baru didirikan bukan seperti PT Bertiga sudah berdiri lama 5 atau 10 tahun lalu tapi baru ngurus izin gorden seakan-akan dia perusahaan baru," ujarnya.

Simak juga video 'Alasan Ketua Banggar Minta Pengadaan Gorden DPR Rp 43,5 M':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT