detikcom Do Your Magic

Krisis Air Bersih Rusun City Garden, PDIP DKI Minta PAM Ringankan Biaya

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 17:56 WIB
Warga Rusun City Garden Cengkareng Jakbar, antre air bersih, 29 Maret 2022. (Dok Istimewa)
Warga Rusun City Garden, Cengkareng, Jakbar, antre air bersih, 29 Maret 2022. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Fasilitas instalasi PAM yang dijanjikan pengembang (developer) 12 tahun silam tak kunjung diterima warga Rumah Susun City Garden. Apa boleh buat, opsi membayar sendiri biaya pemasangan PAM senilai ratusan juta rupiah mulai dilirik warga. Pihak warga telah mengadu ke wakil rakyat Jakarta dan PAM Jaya diminta meringankan biaya pemasangan instalasi air bersih di Rusun City Garden.

Warga Rusun City Garden telah mengadu ke Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta pada 18 Maret 2022. Fraksi PDIP DPRD DKI menilai pihak developer sudah sangat sulit dilacak untuk ditagih janjinya. Maka DPRD DKI minta tolong agar PAM Jaya meringankan biaya instalasi air bersih, yang ditakar mencapai Rp 955 juta.

"Sudah kita sodorkan ke PAM beberapa pilihan solusi. Keringanan biaya, pembayaran bertahap, dan seterusnya. Prinsipnya, pihak PAM fleksibel dan tinggal disesuaikan dengan potensi regulasinya," kata Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Dwi Rio Sambodo kepada detikcom, Rabu (18/5/2022).

"Developer sudah sangat sulit, yang paling mungkin menuntut secara hukum ke developer, nanti akan dikaji lagi secara hukumnya," lanjut Rio.

Pada 20 April lalu, Fraksi PDIP telah mengundang Direktur PAM dengan tujuan menyambungkan pipa air bersih ke Rusun City Garden.

Warga penghuni Rumah Susun Milik di Cengkareng, Jakarta Barat, itu juga tengah berjuang membentuk PPRS (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun) namun juga terkendala. Soalnya, sertifikat mereka ada yang belum selesai.

"Fraksi PDI Perjuangan juga sudah bersurat kepada BPN (Badan Pertanahan Nasional) serta Dinas Perumahan untuk menindaklanjuti pengaduan warga," kata Rio.

Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)


Sekilas soal masalah air bersih di Rusun City Garden, 12 tahun lalu, warga Rusun City Garden dijanjikan oleh pengembang (developer) rusun instalasi PDAM. Namun janji instalasi pipa air bersih itu tidak kunjung direalisasikan pengembang. Selanjutnya, mereka difasilitasi air dari water treatment plant (WTP). Mereka mengeluhkan air yang tersedia tidak bersih dan mengeluhkan sakit kulit. Kemudian warga yang mengalami kesulitan air itu membeli layanan air tangki secara swadaya.

Brosur Rusunami City Garden. (Dok Istimewa)Brosur Rusunami City Garden. (Dok Istimewa)
PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) Rusunami City Garden yang ditunjukkan warga Rusun. (Dok Istimewa)PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) Rusunami City Garden yang ditunjukkan warga Rusun. (Dok Istimewa)

Warga City Garden kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke Ombudsman pada Kamis (31/4). Terlapornya ada dua, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Mereka membawa bukti seperti botol berisi air dari pengelola, foto-foto warga yang mengalami sakit kulit akibat penggunaan air tersebut, serta beberapa surat laporan.

Perkembangan selanjutnya, water treatment plant (WTP) yang tidak menghasilkan air bersih itu kemudian dibongkar menjelang Lebaran kemarin. Pihak pemilik WTP tersebut, yakni PT Padi Hijau Buana, menjelaskan instalasi itu dipasang oleh pihak pengelola rusun, namun pihak pengelola rusun menunggak utang yang tak kunjung dibayarkan. Akhirnya, dibongkarlah WTP itu.

(dnu/dnu)