detikcom Do Your Magic

Got Mampet Biang Banjir di Duren Sawit Sudah Dikeruk, Kini Mulai Dicor

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 16:39 WIB
Kondisi pengerukan got mampet biang kerok banjir di permukiman jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 18 Mei 2022. (Annisa RF/detikcom)
Kondisi pengerukan got mampet biang kerok banjir di permukiman Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 18 Mei 2022. (Annisa RF/detikcom)
Jakarta -

Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur sudah selesai mengeruk got yang menjadi biang kerok banjir di permukiman sekitar Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit. Saat ini, got tengah memasuki tahap pengecoran.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (18/5/2022), ada delapan pekerja Dinas Sumber Daya Air DKI, yang dijuluki 'pasukan biru'. Mereka menggunakan mobil beserta alat berat lainnya untuk mengecor got.

Yatmanto (39), yang merupakan pengemudi alat berat SDA, mengungkapkan pengecoran sudah dilakukan sejak setelah Lebaran Idul Fitri 2022.

Jika pengecoran selesai, nantinya petugas bakal memasang bak kontrol. Tujuannya melihat apakah posisi got sudah tepat atau sebaliknya.

"Ini sudah masuk pengecoran. Sudah dimulai dari habis Lebaran kemarin," kata Yatmanto kepada detikcom saat ditemui di lokasi.

Dia menuturkan got tersebut direncanakan selesai pada Juni mendatang. Hal itu sesuai dengan target yang diberikan. Dalam mengerjakan proyek tersebut, sambung Yatmanto, ada sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satunya kondisi cuaca yang cenderung berubah-ubah.

"Kendala sih paling cuaca ya. Karena kalau hujan ya jadi nggak lancar pengerjaannya. Kita kan harus mengecor dan lain-lain," katanya.

Kondisi pengerukan got mampet biang kerok banjir di permukiman jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 18 Mei 2022. (Annisa RF/detikcom)Kondisi pengerukan got mampet biang kerok banjir di permukiman Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 18 Mei 2022. (Annisa RF/detikcom)

Di sisi lain, Yatmanto mengatakan posisi got awalnya mepet dengan tembok rumah warga. Untuk mengatasi banjir, petugas SDA pun terpaksa mengeruk got agar posisinya bisa lebih tinggi.

"Jika sudah begitu, baru nanti bisa dilakukan pemasangan boks. Kalau sudah finishing, baru nanti diratain lagi. Jadi posisi si gotnya itu lebih tinggi, nggak mepet ke tembok warga dan bisa mengatasi banjir," paparnya.

Petugas pun bekerja setiap hari mulai pukul 09.00 WIB. Mereka juga diberi waktu istirahat pukul 12.00-13.00 WIB.

Menjelang sore hari, mereka pun harus menuntaskan pekerjaannya. Hal itu lantaran jam kerja mereka sampai pukul 16.00 WIB, mengacu pada kontrak yang disepakati.

(azl/dnu)