Duo Fahri-Fadli Kompak Bela UAS yang Dianggap Singapura Ekstremis

Matius Al - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 14:39 WIB
Rapat kordinasis tersebut dipimpin oleh  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang didampingi Fadli Zon
Fadli Zon (kiri) dan Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah kompak buka suara atas sikap pemerintah Singapura yang menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan alasan 'penceramah ekstremis'. Keduanya satu pemikiran mengkritik sikap pemerintah Singapura yang menolak masuk UAS ke negara tersebut.

Kemendagri Singapura awalnya buka suara soal alasan menolak Ustaz Abdul Somad lewat rilis di situs resminya. Singapura awalnya menjelaskan soal kedatangan UAS di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, pada 16 Mei.

"Kementerian Dalam Negeri (MHA) memastikan bahwa Ustaz Abdul Somad Batubara (Somad) tiba di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam pendamping perjalanan. Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama," demikian pernyataan Kemendagri Singapura, Selasa (17/5).

Kemendagri Singapura lalu mengungkap alasan menolak UAS lantaran yang bersangkutan merupakan penceramah ekstremis. Selain itu, khotbah UAS soal bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina juga diungkit.

"Somad dikenal sebagai penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," tulis Kemendagri Singapura.

Fadli Zon Ungkap Singapura Lecehkan Ulama

Fadli Zon lebih dulu menyoroti alasan Singapura menolak UAS. Dia menilai sikap Singapura terkesan memojokkan identitas UAS.

"Sikap Singapura yang menghakimi sepihak menunjukkan negara itu tak menghormati hubungan bertetangga baik. Orang bisa berpandangan bahwa Singapura terpapar islamofobia, bahkan rasis," kata Fadli Zon kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Lebih lanjut, Ketua BKSAP DPR RI itu mempertanyakan hak Singapura 'mengadili' Abdul Somad. Padahal, kata Fadli Zon, selama ini UAS tak terlibat kasus hukum di Tanah Air.

"UAS dikenal sebagai seorang ulama terkemuka, intelek, dan berwawasan kebangsaan yang luas. Tak ada kasus hukum di Indonesia. Hak apa negara negara itu menghakimi UAS?" ujarnya.

Kemudian, Fadli Zon mengkritik sikap Singapura yang sama-sama anggota ASEAN. Dia menuding Singapura melecehkan UAS sebagai ulama.

"Ini pelecehan terhadap WNI, khususnya ulama Indonesia. Selain tak demokratis, sikap Singapura jauh dari spirit ASEAN. Ini juga berarti Indonesia semakin dipandang sebelah mata dan semakin tak berwibawa di ASEAN," imbuhnya.

Simak selengkapnya respons Fahri Hamzah di halaman berikutnya.

Simak Video: Singapura Tolak UAS, Anggota Komisi 1 DPR: Bentuk Kedaulatan Negara

[Gambas:Video 20detik]