6 Poin Evaluasi Kemenhub soal Ganjil Genap-One Way di Tol Saat Mudik 2022

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 20:57 WIB
Kondisi one way arus balik di jalur kanan dan kiri Km 54 Tol Jakarta-Cikampek pagi ini, Sabtu (7/52022).
Ilustrasi (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan evaluasi pelaksanaan ganjil-genap (gage) dan sistem satu arah atau one way di tol selama Mudik 2022. Kemenhub menyampaikan enam catatan soal penerapan ganjil-genap dan one way selama mudik.

Pertama, Kemenhub mengatakan perlu adanya antisipasi pergerakan komuter. Kedua, ada permasalahan pada jalan nasional dan jika tidak diantisipasi masalah di jalan nasional berupa hambatan samping seperti pasar tumpah akan mengakibatkan kepadatan di jalan nasional.

Evaluasi yang ketiga adalah adanya kendaraan berhenti atau beristirahat di bahu jalan. Keempat, bottleneck di pertemuan Tol Layang MBZ dengan jalur utama Jakarta Cikampek. Kemhub menyebut perlu dilakukan buka-tutup jalan Tol Layang MBZ sehingga kepadatan terurai.

Kelima, perlu diperhatikan kecepatan kendaraan saat penerapan one way. Kemhub menyebut perlu adanya antisipasi kecepatan kendaraan karena risiko kecelakaan tinggi. Keenam, perlu dibuatnya simulasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan arteri non-tol akibat one way.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan antisipasi mudik 2023 masih dalam pengkajian. Dia mengatakan mudik tahun depan masih akan menerapkan pembatasan penggunaan roda dua.

"Antisipasi ke depan ini menarik, kalau kita kemudian menggunakan model sekarang, mungkin nggak cukup. Makanya sekarang bersama juga ada one way, pembatasan kendaraan barang, gage. Mungkin tahun 2023 apalagi yang kita lakukan? Kita masih punya waktu 1 tahun. Minimal membatasi penggunaan kendaraan roda 2 untuk sebagai mobilitas mudik," katanya.

Budi juga bicara soal wacana tol gratis. Budi mengatakan rencana tol digratiskan saat mudik 2022 batal lantaran sudah diberlakukan one way.

"Menyangkut tol gratis, saat itu pembelajaran beberapa tahun lalu terutama saat jalan tol sebetulnya orientasinya untuk di Palimanan. Palimanan itu kan kalau ada transaksi, potensinya ada perlambatan. Karena pergerakan dari Jakarta cepat, kemudian di Palimanan hanya beberapa gate tol. Apalagi cuma 2 lajur kan. Tapi hal ini tidak kita berlakukan karena one way," katanya.

Simak juga 'Menhub Resmi 'Bubarkan' Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)