Kemenhub Beberkan Tindak Lanjut Usai Macet di Merak Saat Mudik 2022

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 19:29 WIB
Kendaraan Padat di Pelabuhan Merak
Foto: Kendaraan Padat di Pelabuhan Merak saat momen mudik 2022. (Iqbal/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar evaluasi angkutan lebaran tahun 2022. Salah satunya terkait kemacetan yang sempat terjadi di Pelabuhan Merak, Banten.

"Pemudik di 2022 yang keluar Jabodetabek dari 22 April sampai dengan 3 mei 2022 jumlahnya 2.151.656 atau naik 7 persen dari angkutan lebaran 2019. Paling banyak itu kenaikan ternyata yang arah barat atau Cikupa ke arah Merak. Untuk 2019 hanya 420 ribu kendaraan, 2022 naik jadi 577 ribu kendaraan. Artinya ada kenaikan sekitar 17 persen," kata Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi kepada wartawan, Rabu (17/5/2022).

Peningkatan arah barat paling tinggi dibanding peningkatan arah timur dan selatan. Peningkatan arah timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama 0,6 persen, dan ke arah selatan di GT Ciawi meningkat 16,9 persen. Menurutnya penyebab kenaikan volume kendaraan kerena akses Tol di Sumatra sudah mulai bisa digunakan.

"Yang menarik, kemarin yang di penyeberangan dengan pembangunan jalan tol yang sudah sampai ke Betung di Palembang, sudah bisa digunakan. Ternyata memang minat dari Jawa ke Sumatra dan sebaliknya memang cukup tinggi,"

Budi kemudian memaparkan data soal evaluasi penyebab menumpuknya kendaraan di Pelabuhan Merak. Budi membeberkan sejumlah langkah tindaklanjut setelah terjadinya kemacetan di Merak selama Mudik 2022.

"Langkah tindak lanjut dari peningkatan/lonjakan pemudik Lebaran 1443 H dengan peningkatan kapasitas kapal dari 34 unit menjadi 45 unit dengan sistem tiba berangkat, kapasitas per jam dari 820 kendaraan menjadi 1.570 kendaraan," jelasnya.

Kemudian Kemenhub juga akan memanfaatkan pelabuhan di sekitar yaitu Pelabuhan Indah Kilat dan Pelabuhan Bojonegara (PT BBJ). Selanjutnya mengoperasionalkan kapal milik PT ALP.

"Kendaraan angkutan barang dialihkan melalui Pelabuhan PT BJJ," tuturnya.

Permasalahan lainnya terjadi bottle neck dan lokasi putar berdekatan akses jalan menuju pelabuhan. Salah satu tindak lanjutnya dengan pembatasan lokasi-lokasi putar arah (U-Turn).

"Selanjutnya, pemberlakuan diskresi kepolisian atas permintaan dari PT ASDP terkait penanganan antrean kendaraan dengan cara mengurai seluruh kendaraan yang ada di ruas Cikuasa Atas," bebernya.

Permasalahan terakhir karena banyak pengguna jasa yang belum membeli tiket saat menuju pelabuhan, serta adanya masalah pada sistem ferizy. Langkah tindak lanjutnya adalah dengan sosialisasi lebih lanjut dan percepatan perbaikan sistem oleh tim PT ASDP.

Simak juga 'Menhub Resmi 'Bubarkan' Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)