Evaluasi Mudik 2022, Kemenhub Usul Lajur Tambahan dari Cikatama ke Palimanan

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 19:05 WIB
Kepadatan kendaraan terlihat di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat. Kendaraan harus mengantre panjang untuk memasuki gerbang tol. Ini fotonya.
Ilustrasi Tol Cikampek Utama. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengevaluasi pelaksanaan ganjil-genap (gage) dan sistem satu arah atau one way di tol selama mudik 2022. Kemenhub mengatakan selama mudik 2022 melakukan antisipasi pergerakan komuter.

Penerapan ganjil-genap dan one way melintasi sejumlah kota aglomerasi seperti Bandung Raya dan Kabupaten Karawang.

"Wilayah itu memiliki banyak pergerakan komuter dan membutuhkan jalan tol sebagai prasarana pendukung mobilitas masyarakat," kata Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi, kepada wartawan, Rabu (17/5/2022).

Budi juga menyampaikan soal penerapan ganjil-genap dengan menghalau kendaraan pelat tak sesuai ke jalan nasional. Dia juga mengatakan kendaraan yang berhenti di bahu jalan mengakibatkan hambatan samping di jalan tol.

"Jika tidak diantisipasi, permasalahan pada jalan nasional berupa hambatan samping seperti pasar tumpah, maka akan mengakibatkan kepadatan pada jalan nasional," jelasnya.

"Keempat, bottleneck pada saat pertemuan tol layang MBZ dengan jalur utama Jakarta-Cikampek. Dengan adanya bottleneck menyebabkan kepadatan pada ruas jalan Jakarta-Cikampek. Untuk itu, perlu dilakukan buka tutup jalan tol layang MBZ sehingga kepadatan dapat terurai," ungkapnya.

Sementara itu, kecepatan kendaraan saat penerapan one way perlu diperhatikan. Meningkatnya kapasitas jalan tol berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan kendaraan.

"Keenam, perlu dibuat simulasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan arteri non-tol akibat penerapan one way di jalan tol," tuturnya.

Budi turut menyampaikan rekomendasi untuk arus mudik 2023 di area tol Cikopo-Palimanan. Menurutnya, perlu ada penambahan satu lajur sampai Kanji.

"Jadi supaya nanti dari Jakarta-Cikampek itu kan ada empat lajur, Cikampek-Palimanan itu dua lajur. Nah berarti ada terjadi semacam bottleneck dari empat menjadi dua. Makanya kami mengusulkan kemarin sudah saatnya mengusulkan dari Cikampek Utama sampai Palimanan ditambah dengan satu lajurlah," jelasnya.

Simak juga 'Menhub Resmi 'Bubarkan' Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)