ADVERTISEMENT

Nirina Zubir Harap Aset Rumah dan Bisnis Mafia Tanah Ditelusuri

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 17:49 WIB
Jakarta -

Artis Nirina Zubir berharap seluruh aset rumah dan bisnis milik eks ART-nya, Riri Khasmita, dan terdakwa lainnya ditelusuri. Nirina berharap mantan ART dan terdakwa lainnya dihukum berat.

"Kami berharap bahwa aliran dana ini benar-benar ditelusuri yang kami ketahui bahwa dia punya rumah di Bukittinggi dan Sumbar, bahkan ada lebih dari satu semoga benar-benar juga ditelusuri," ujar Nirina usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (17/5/2022).

Nirina meminta kepolisian tertuju pada bisnis frozen food yang dimiliki Riri yang telah memiliki cabang di beberapa lokasi. Sebab, saat ini bisnis itu sudah memiliki cabang di mana-mana.

"Dia saat ini belum lulus kuliah dari mana dia dapat dana sebanyak itu untuk membuat frozen food yang cabangnya banyak sekali. Setelah kita mencuat bisnis frozen food-nya itu jadi atas nama adiknya," jelas Nirina.

"Makanya kami tekankan ditelusuri lebih dalam lagi. Kalau bisa hukum seberat-beratnya," sambungnya.

Selain itu, dia meminta agar aliran dana terhadap terdakwa lainnya juga turut diusut. Diharapkan, diusutnya seluruh aset milik terdakwa akan menjadi efek jera bagi mereka.

"Jadi intinya adalah kami berharap hasil ya dari ini adalah mereka mendapat hukuman yang seberat-beratnya, kita tidak mengharapkan mereka hukuman ringan, jadi kalau ada kasus-kasus seperti ini banyak yang jadi dapat ringan pula, ya udah deh mafiain aja cuma dua tahun," ucapnya.

Diketahui, Nirina dan kakaknya, Fadhlan Karim, menjadi saksi di sidang kasus mafia tanah di Pengadilan Negeri Jakbar. Dalam sidang ini, ada lima yang orang duduk sebagai terdakwa, yaitu Riri Khasmita, Edirianto, Faridah, Ina Rosalina, dan Erwin Riduan.

Riri Khasmita sebelumnya merupakan orang yang dipercaya ibunda Nirina untuk menjaga usaha kos-kosannya. Edirianto adalah suami Riri Khasmita. Sedangkan tiga nama lainnya adalah sebagai notaris dan pejabat pembuat akta tanah atau PPAT.

Kelimanya diadili dalam berkas terpisah, yaitu Riri Khasmita bersama dengan Edirianto, Faridah dengan Ina, sedangkan Erwin didakwa dalam berkas tersendiri.

(ain/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT