Senangnya Warga Cipala Cilegon Nikmati Air Bersih Gratis Usai 20 Tahun

M Iqbal - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 15:06 WIB
Warga di Cilegon kini dapat air bersih gratis (Iqbal-detikcom)
Warga di Cilegon kini dapat air bersih gratis. (Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Warga Cipala, Kota Cilegon, kini bisa menikmati air bersih secara gratis setelah 20 tahun lebih mengandalkan sumber air seadanya ataupun membeli air yang diangkut truk tangki. Warga mengaku senang kini tak perlu lagi berjalan kaki 1 Km demi air bersih.

Cipala sendiri berada di wilayah pegunungan daerah Merak. Air bersih sulit didapat dan stok air menipis saat musim kemarau tiba. Warga harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer lebih untuk mengambil air demi mencukupi kehidupan sehari-hari.

Air yang biasa diambil warga pun harus diendapkan lebih dulu sebelum bisa dipakai untuk minum dan memasak. Warga terkadang bisa membeli air bersih dari pemerintah yang diangkut mobil tangki dan jumlahnya dibatasi per kepala keluarga.

"Kalau 20 tahun lebih ya, alhamdulillah kemarin pas Wali Kota ngeresmiin air udah bisa diambil, itu airnya dari aliran PT Indonesia Power dialirin ke warga," kata Ketua RW Cipala, Hartubi, kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Dia mengatakan warga Cipala bersyukur ada aliran air bersih. Warga kini bisa menikmati air bersih untuk kehidupan sehari-hari meski belum mencukupi sepenuhnya.

"Secara umum rata-rata warga Cipala itu kisaran 7-10 kubik per bulan per KK, kepala keluarga ada 400 KK. Mengacu pada anggota keluarga 1.400 orang di 6 RT," katanya.

Hartubi mengatakan, sumbangan air bersih yang saat ini tersedia hanya 20 kubik per hari. Besaran ini tak bisa lebih karena stok air juga harus dibagi ke PLTU Suralaya.

"Dua puluh kubik per hari ini sudah keputusan PLN, kalau lebih takut mengganggu distribusi di PLTU," katanya.

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan ada empat mesin yang digunakan untuk mendorong air sampai ke permukiman warga. Dia mengatakan biaya pemakaian air itu juga tidak terlalu mahal.

"Airnya mengalir dari arah KTI menuju ke Indonesia Power, nah ini yang kita lakukan. Artinya kan hanya tinggal menyambung pipa saja, dengan cara praktis, dengan cara yang tidak menggunakan biaya yang tidak terlalu mahal. Kita sambung pipa kemudian kita dorong dengan mesin kurang-lebih ada 4 mesin dari bawa ke atas," kata Helldy.

Helldy mengatakan pemerintah akan membuat instalasi khusus agar ketergantungan air dari perusahaan bisa dilepas. Helldy menyebut warga butuh 100 kubik air untuk 400 keluarga tiap hari.

"Cuma memang kita masih ada keterbatasan. Di sana itu ada kurang-lebih 400 KK, kebutuhan airnya itu diperkirakan di angka 100 an kubik kalau tidak salah, kita baru 20. Tapi 20 ini dibandingkan dengan mereka yang tadinya satu sumber dan tidak ada apa-apa, mereka kan pada saat saya ke sana kan bilang satu jeriken aja bisa dibagi dua, kalau sekarang cukup banyak. Sekarang mereka bisa membedakan. Air-air yang buat minum mereka dapatkan dari sini," tuturnya.

(haf/haf)