Boyamin MAKI Penuhi Panggilan KPK di Kasus TPPU Bupati Banjarnegara

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 11:00 WIB
Boyamin MAKI Penuhi Panggilan KPK di Kasus TPPU Bupati Banjarnegara
Boyamin Saiman (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman memenuhi panggilan KPK. Dia akan bersaksi dalam perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati Banjarnegara.

"Hari ini (Selasa, 17/5) pemeriksaan saksi TPPU di Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara tahun 2017-2018," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Ali menjelaskan Boyamin akan menjalani pemeriksaan di gedung KPK Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, pagi ini. KPK menjelaskan Boyamin diperiksa sebagai Direktur PT Bumi Rejo.

Pantauan detikcom, Boyamin tiba di KPK mengenakan setelan berwarna hitam pada pukul 10.29 WIB. Boyamin mengaku siap menjalani pemeriksaan tersebut.

"Panggilan lanjutan kemarin, kita jelaskan saja nanti yang ditanya apa, kan belum tahu pertanyaannya apa," kata Boyamin di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2022).

Boyamin mengaku membawa akta PT Bumi Rejo untuk menjalani pemeriksaan tersebut.

Sebelumnya, Boyamin mengaku mengetahui jadwal pemeriksaan dirinya pada Selasa (17/5) ini. Namun saat itu dia belum menerima panggilan resmi KPK.

"Hingga saat ini belum terima fisik surat panggilan. Bagiku surat tidak penting, karena sudah tahu jadwalnya, jadi ya tetap datang," kata Boyamin kepada wartawan, Senin (16/5/2022).

Diketahui, KPK memanggil Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman. Dia dipanggil terkait perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono (BS).

"Benar, informasi yang kami terima, Selasa (17/5), bertempat di gedung Merah Putih, tim penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan Saudara Boyamin Saiman sebagai saksi dalam perkara dugaan TPPU dengan tersangka BS," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (16/5).

Adapun dalam kasus ini, KPK sebelumnya menetapkan Budhi Sarwono sebagai tersangka. KPK menemukan bukti kuat adanya TPPU yang dilakukan Budhi.

KPK menduga Budhi melakukan upaya penyamaran, penyembunyian, dan penghilangan kekayaan yang diperolehnya dari hasil korupsi.

Lihat juga video 'MAKI Bawa Perkara Pemberhentian 51 Pegawai KPK ke MK':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)