Dipanggil KPK di Kasus TPPU Budhi Sarwono, Boyamin MAKI Beri Penjelasan

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 10:51 WIB
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dipanggil KPK untuk dimintai klarifikasi soal uang SGD 100 ribu.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menanggapi pemanggilannya sebagai saksi di kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono. Boyamin mengaku sudah lama mengenal Budhi.

"Aku berteman dan mengenal Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara, yang telah ditahan KPK, pada 2010. Aku mengenal awalnya dari kakaknya yang bernama Budhi Yuwono, diteruskan aku jadi kuasa hukum dari perusahaan keluarga orang tuanya," kata Boyamin Saiman saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/4/2022).

Boyamin menjelaskan, sejak Budhi Sarwono menjabat Bupati Banjarnegara, perusahaan tersebut dibalik nama menjadi milik orang tua Budhi. Sehingga, saham dan struktur perusahaan tidak menyertakan nama Budhi Sarwono sebagai pemilik.

"Namun, sejak Budhi Sarwono jadi bupati, perusahaan tersebut ditarik sepenuhnya saham menjadi milik orang tuanya dan Budi Sarwono tidak punya saham dan tidak jadi pengurus," tuturnya.

Namun Boyamin membantah keras keterlibatannya secara formil atau materiil di kasus yang menjerat Budhi Sarwono. Boyamin menekankan persoalan antara dia dan Budhi sudah selesai setelah Budhi menjabat bupati.

"Persoalan yang menjerat Budhi Sarwono jadi tersangka dan ditahan KPK, aku sepenuhnya tidak mengetahui dan tidak pernah berurusan secara formil maupun materiil. Sepenuhnya aku clear dari urusan Budhi Sarwono sebagai bupati," jelas Boyamin.

Boyamin Akan Datang ke KPK Siang Ini

Boyamin mulanya dijadwalkan KPK untuk datang sebagai saksi dalam perkara TPPU Bupati Banjarnegara kemarin. Namun, dikarenakan berada di luar kota, Boyamin baru bisa mendatangi KPK pada siang ini pukul 11.00 WIB.

"Rencana aku ke KPK sekitar jam 11 hari ini," katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan penjadwalan ulang terhadap Koordinator MAKI Boyamin Saiman. KPK menyatakan Boyamin berhalangan hadir pada pemeriksaan yang telah dijadwalkan.

"Hari ini, 25/4/2022, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap salah satu saksi pengembangan perkara, yaitu TPPU terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Banjarnegara tahun anggaran 2017-2018, Saudara Boyamin, Direktur PT Bumirejo," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Senin (25/4).

Dalam pengembangan perkara ini, KPK menetapkan Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK memiliki bukti kuat bahwa ada upaya Budhi untuk menghilangkan, menyamarkan, atau menyembunyikan harta kekayaan hasil korupsi.

(drg/dhn)