Survei Kepuasan pada Jokowi Drop, Ketum PKB: Wajar Beban Kerja Berat

Erika Dyah - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 13:01 WIB
Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Foto: Muhaimin Iskandar (Cak Imin) (Dok . Istimewa)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar ikut menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia terbaru. Survei ini menyatakan kepuasan public terhadap kinerja Presiden Joko Widodo merosot.

Pada Minggu (15/5), lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengumumkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi menurun drastis ke angka 58,1% berdasarkan rekam data survei yang dilakukan pada awal Mei 2022. Padahal, pada survei sebelumnya di Desember 2021 tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi sebesar 72%.

Muhaimin menilai hasil survei tersebut masih dalam kategori wajar. Sebab pemerintah beberapa tahun belakangan ini dihantui berbagai persoalan, antara lain pandemi COVID-19 hingga masalah kelangkaan minyak goreng.

"Kemarin saya sudah baca hasil survei Indikator, saya kira hasilnya masih wajar ya karena memang beban kerja pemerintah begitu berat, ada pandemi yang membuat banyak hal terhenti, ada juga kelangkaan minyak goreng. Nah ini memang berat," kata Muhaimin dalam keterangan tertulis, Senin (16/5/2022).

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini pun mendorong para Menteri kabinet pemerintahan Jokowi untuk lebih serius dan bekerja keras melaksanakan setiap tanggung jawab mereka. Ia menilai kinerja para menteri sangat berdampak pada optimalisasi kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah.

"PR-nya ya ada di tubuh pemerintah sendiri. Kalau pendapat saya ya para menteri-menteri itu harus lebih serius bekerja keras mewujudkan visi-misi pak Jokowi. Fokus menangani pandemi, fokus pemulihan ekonomi, ini saya kira yang harus mereka kerjakan dan pasti nanti berdampak juga pada kepuasan kinerja," tutur pria yang akrab disapa Gus Muhaimin ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebutkan sebanyak 58,1% responden merasa cukup atau sangat puas dengan kerja Presiden Jokowi. Adapun rincian dari hasil tersebut antara lain, 8% responden mengaku sangat puas pada kinerja Jokowi. Kemudian, 50,1% responden menjawab cukup puas.

Sementara itu, 29,1% responden mengatakan kurang puas dengan kinerja Kepala Negara. Kemudian, yang merespons tidak puas sama sekali sebesar 6,1% dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab. Diketahui, survei dilakukan pada total 1.228 responden dengan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 92%. Sampel diambil secara acak melalui telepon seluler.

Adapun 5 alasan teratas yang disebut menjadi alasan utama responden tidak puasa pada kinerja Presiden berdasarkan survei ini antara lain:

1. Harga-harga kebutuhan pokok meningkat 28,9%

2. Bantuan tidak merata 10,7%

3. Lapangan kerja/pengangguran 8,4%

4. Gagal menangani mafia minyak goreng 7,4%

5. Gagal menanggulangi pandemi COVID-19 4,5%

Simak video 'Indikator Politik Ungkap 35% Warga Tak Puas Kinerja Jokowi, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)