Faldo soal Survei Kepuasan terhadap Jokowi Drop: Harapan Publik Meningkat

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 11:33 WIB
Faldo Maldini
Faldo Maldini (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara, Faldo Maldini, menyampaikan pandangan soal hasil survei kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurun. Menurutnya, harapan publik terhadap kerja presiden terus meningkat.

"Harapan publik memang tinggi dan selalu meningkat pada pemerintahan Presiden Jokowi. Pekerjaan pengentasan pandemi bisa dinilai publik internasional sangat berhasil, tentunya kami sadar keinginan warga juga semakin besar untuk bangkit kembali. Ini yang harus dijawab dengan kerja yang hebat," ucap Faldo dalam keterangannya, Senin (16/5/2022).

Pemerintah harus memenuhi ekspektasi publik. Pemerintah menjadikan hasil survei itu sebagai bahan untuk memotivasi kerja.

"Tanggung jawab ini yang harus terus dipenuhi. Dalam menjalankan pemerintahan tentunya tantangannya semakin besar. Harapan publik tidak statis, terus meningkat. Kami maknai angka yang keluar sebagai sebuah motivasi kerja yang juga semakin besar," katanya.

Faldo pun mengucap terima kasih kepada orang yang sudah berharap besar terhadap pemerintahan Joko Widodo. "Kami akan jawab keinganan dengan semangat yang signifikan," katanya.

Survei Kepuasan Terhadap Jokowi Menurun

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi teranyar menurun drastis ke angka 58,1%. Angka itu diperoleh setelah mengalami penurunan hingga 6% selang sebulan dari survei terakhir, yakni 64,1%. Alasan utama penurunan kepuasan publik itu bersumber dari isu kenaikan harga bahan-bahan pokok.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan faktor terbesar ketidakpuasan itu datang dari isu harga kebutuhan pokok yang melonjak. Dia mengulas ketidakpuasan yang sebelumnya datang dari isu kesehatan saat kasus COVID tak terkendali dan masalah lapangan pekerjaan.

"Ada 35% masyarakat yang mengatakan tidak puas terhadap kinerja Pak Jokowi. Apa alasan utamanya, clear, masalah harga-harga kebutuhan pokok meningkat. Sebelumnya itu yang paling tinggi (faktor ketidakpuasan) seperti zaman COVID sedang merajalela itu adalah COVID. Setelah COVID mulai bisa terkendali, itu isunya yang dianggap penting dan jadi sumber ketidakpuasan adalah penciptaan lapangan pekerjaan, sekarang adalah harga pokok meningkat," kata Burhanuddin dalam konferensi pers virtual.

Simak video 'Indikator Politik Ungkap 35% Warga Tak Puas Kinerja Jokowi, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/imk)