Menerka Manuver Politik Golkar-PAN-PPP di Koalisi Indonesia Bersatu

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 07:31 WIB
Suharso, Airlangga dan Zulhas
Suharso, Airlangga, dan Zulhas (Foto: Dok. Humas Golkar)
Jakarta -

Partai Golkar, PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai ketiga partai itu bergabung bukan membentuk koalisi dalam koalisi tapi untuk kepentingan Pemilu 2024.

"Koalisi Golkar, PPP, dan PAN terlihat untuk kepentingan politik 2024, bukan koalisi dalam koalisi, bukan pula 'oposisi dari dalam'. Setidaknya itu yang ditangkap publik dari pernyataan ketua umum partai itu. Mereka tegas mengatakan koalisi untuk pemilu dan pilkada 2024 dan tetap sepenuhnya pendukung program Jokowi sampai tuntas," kata Adi kepada wartawan, Sabtu (14/5/2022).

Adi menduga koalisi tiga partai ini sebagai respons atas konfigurasi Pilpres 2024 yang belakangan mulai bergerak dinamis. Misalnya mulai terlihat keintiman tak biasa PDIP dan Gerindra yang hampir bisa dipastikan jadi poros tersendiri usung jagoan.

"Begitupun NasDem yang Juni mendatang akan mengumumkan 3 capres. Jelas NasDem ingin bentuk poros sendiri yang membutuhkan dukungan partai lain. Di situlah konteksnya kenapa Golkar, PPP, dan PAN berkoalisi. Tentunya untuk membentuk poros sendiri," ucapnya.

Adi menyebut ketiga partai itu terlihat jelas ingin saling mengunci bahwa mereka akan berkoalisi di Pilpres 2024. Lalu seperti apa manuver politik Koalisi Indonesia Bersatu usai deklarasi berkoalisi?

"Tentu koalisi dini ini menarik untuk ditunggu manuver politiknya ke depan seperti apa. Apa yang akan diperbuat 3 partai di tengah kondisi ekonomi pasca COVID, mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan lainnya. Ini yang ditunggu publik. What next setelah deklarasi, apa yang mereka berikan untuk rakyat ke depan," imbuhnya.

Simak Video: Fahri Hamzah Kritik Keras Koalisi Golkar-PPP-PAN, Kenapa?

[Gambas:Video 20detik]