3 Partai Bikin Koalisi Indonesia Bersatu, Demokrat Tunggu Mood Publik

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 09:15 WIB
Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Herzaky Mahendra Putra (Foto: dok: Istimewa)
Jakarta -

Golkar, PPP, dan PAN membentuk koalisi Indonesia Bersatu untuk Pilpres 2024. Partai Demokrat menghormati upaya pembentukan koalisi tersebut.

"Demokrat menghormati upaya membangun koalisi untuk Pilpres 2024 oleh ketiga parpol. Karena, dengan berupaya membangun koalisi, berarti ketiga parpol tersebut sudah memantapkan niatnya untuk patuh pada konstitusi dan menjaga amanah reformasi," kata Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

Herzaky mengatakan pembentukan koalisi itu menunjukkan bukti mereka tidak lagi mendukung wacana penundaan pemilu. Untuk diketahui, Golkar dan PAN merupakan partai selain PKB yang mengusung wacana penundaan pemilu.

"Mereka berarti tidak mendorong penundaan pemilu dan berkomitmen penuh mendukung Pemilu 2024, seperti halnya Demokrat, yang sejak awal mengambil sikap ini. Satu langkah maju mencegah permufakatan jahat yang dirancang segelintir elite di pemerintahan untuk melanggengkan kekuasaan," ujarnya.

"Komitmen ini kami harapkan terus terjaga hingga Pemilu 2024 benar-benar terlaksana agar demokrasi di Indonesia semakin baik dan matang," lanjut Herzaky.

Lebih lanjut Herzaky mengatakan sikap Demokrat masih cair dan dinamis terkait koalisi pencapresan. Demokrat masih menunggu sikap publik.

"Ikut bergabung atau tidak dengan koalisi itu, posisi Demokrat masih sangat cair. Pertama, kami masih melihat dan mempelajari ke mana mood publik dulu. Apakah menginginkan perubahan ataukah keberlanjutan," ujarnya.

"Semua koalisi tentu ingin menang tujuannya. Ingin meraih dukungan sebanyak mungkin dari rakyat. Karena itulah, pentingnya pembentukan koalisi ini memperhatikan mood publik," lanjutnya.

Demokrat, kata Herzaky, juga belum menetapkan tokoh yang akan diusungnya sebagai capres. Sampai saat ini, pihaknya terus menyerap aspirasi publik.

"Kedua, Demokrat tidak menetapkan dulu capresnya sebelum pembentukan koalisi. Kami tentu ingin mengusung capres yang layak jual alias diterima dan bakal dipilih oleh rakyat. Sejalan dengan itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat ini terus menyerap aspirasi masyarakat. Sore ini saja, di Deli Serdang, ada ribuan warga yang ingin bertemu langsung dan menyapa AHY," ucapnya.

Terkait koalisi, Herzaky mengatakan Demokrat akan berkoalisi dengan parpol yang memperjuangkan keinginan rakyat, bukan hanya memikirkan kekuasaan semata.

"Ketiga, kami ingin berkoalisi dengan sesama parpol yang memperjuangkan aspirasi rakyat. Kami tidak punya sikap ingin kekuasaan. Kami fokus ingin memperjuangkan kepentingan rakyat, dengan cara menang di Pilpres 2024. Harapan kami, tiap koalisi yang terbentuk untuk Pilpres 2024 diniatkan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan mempertahankan kekuasaan," tuturnya.

Terkait Koalisi Indonesia Bersatu, simak di halaman berikut

Saksikan Video 'Akankah Koalisi Golkar-PPP-PAN Langgeng Sampai 2024?':

[Gambas:Video 20detik]