ADVERTISEMENT

Penjajakan MRT Anies ke Eropa Munculkan Sindiran Masa Jabatan Tersisa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 21:04 WIB
Ribuan jamaah berkumpul di Jakarta International Stadium, Jakarta, Senin (2/5/2022). Usai rampung beberapa waktu lalu stadion JIS kini juga digunakan untuk melaksanakan salat Ied.
Anies Baswedan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Menteri Perdagangan Internasional Inggris membahas MRT saat kunjungannya ke Eropa. Kunjungan kerja Anies itu dikritik PDIP lantaran dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan.

Kunjungan Anies tersebut diunggah dalam akun Instagram pribadinya. Sebelum menjajaki soal MRT, Anies melakukan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa dalam diskusi 'Jakarta Post-Pandemic: Smart Technology and Urban Life', Anies tampak terlihat menjadi pembicara.

"Kebijakan pembangunan Kota Jakarta yang tepat sasaran seperti keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 dan peningkatan pengguna sarana transportasi publik yang signifikan melalui sistem terintegrasi JakLingko juga diambil melalui penggunaan data dan informasi yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah," tulis Anies, Jumat (13/5/2022).

Dia mengatakan saat ini Jakarta tengah melaksanakan program dan tengah membutuhkan inovasi baru. Hal ini untuk mengatasi beragam tantangan dalam menata kota pascapandemi COVID-19.

Selain bertemu dengan mahasiswa Indonesia di London, Anies Baswedan juga bertemu dengan The British Secretary of State for International Trade (Menteri Perdagangan Internasional Inggris), The Right Honourable Anne-Marie Trevelyan MP. Pertemuan disebutkan membahas terkait pembangunan MRT Jakarta.

"Sebuah pertemuan yang produktif, kami membahas pengembangan hubungan kerja sama untuk mendukung Kota Jakarta mencapai target net zero emission pada 2050 dan penjajakan kemitraan dengan pemerintah Inggris untuk pembangunan MRT Jakarta pada fase-fase berikutnya," ucapnya.

PDIP Singgung Sisa Masa Jabatan Anies

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengkritik kunjungan Anies Baswedan ke Eropa saat sisa masa jabatan kurang dari 6 bulan. Diketahui, masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir pada Oktober 2022.

"Apa yang disampaikan Bung Anies berbeda dengan realitas di lapangan. Sisa masa jabatan tidak sampai enam bulan, tentu tidak boleh secara UU membuat keputusan strategis. Sehingga mencanangkan program hingga 2050 terdengar seperti tong kosong," kata Gilbert kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Simak berita selengkapnya pada halaman berikut.

Gilbert juga menyinggung soal terintegrasinya transportasi JakLingko seperti yang dibicarakan Anies Baswedan. Dia juga menyebut kondisi sebenarnya tidak sesuai.

"Demikian juga ungkapan transportasi JakLingko yang terintegrasi, di lapangan tidak ada integrasi," terangnya.

Gilbert turut menyinggung Anies yang disebutnya enggan menyampaikan pertanggungjawaban dalam rapat dengan DPRD.

"Aneh, pergi ke luar negeri untuk bikin rencana jangka panjang, sedangkan rapat dengan DPRD saja tidak mau menyampaikan pertanggungjawaban," jelasnya.

Menurutnya, ada masalah yang lebih krusial di DKI Jakarta. Salah satunya ancaman wabah hepatitis akut.

"Bukannya bekerja menuntaskan masalah di DKI, apalagi sekarang ada wabah hepatitis akut. Bung Anies memang paling suka lepas tangan," bebernya.

PAN DKI Bela Anies

Sementara itu, PAN DKI tak mempermasalahkan Anies yang menjajaki kerjasama MRT dengan menteri Inggris. PAN menilai DKI Jakarta perlu terus belajar.

"Kunjungan kerja itu baik-baik saja, apalagi kalau sudah direncanakan sebelumnya. Apalagi untuk memperkuat sistem transportasi," kata Oman kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Oman menyebut pentingnya belajar dari kota yang berhasil mengelola transportasi publik. Dia juga mendukung Jakarta melakukan studi banding.

"Kita perlu belajar sama kota-kota dunia yang sukses mengelola transportasi publik yang sifatnya massal. Apalagi dilanjutkan dengan studi banding, kita punya kesempatan untuk continues improvement," jelasnya.

Dia juga mengatakan Jakarta perlu terus belajar. Selain itu, penting meyakinkan warga untuk lebih memanfaatkan moda transportasi publik.

"Jakarta perlu terus belajar, selain infrastruktur yang terus dikembangkan, warga juga perlu terus diyakinkan untuk lebih memanfaatkan moda transportasi publik," tutupnya.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT