Acara May Day Fiesta Berakhir, Massa Aksi Tinggalkan Stadion GBK

Azhar Bagas Ramadhan, Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 17:58 WIB
Jakarta -

May Day Fiesta berakhir ditutup dengan penampilan band Jamrud. Massa aksi dari aliansi buruh terlihat meninggalkan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat (Jakpus).

Pantauan detikcom di lokasi, pukul 17.20 WIB, Sabtu (17/5/2022), sejumlah peserta aksi mulai keluar dari Stadion GBK. Pengeras suara di Stadion GBK pun menginformasikan massa aksi untuk segera meninggalkan Stadion GBK.

"Diinformasikan kepada para peserta May Day Fiesta agar segera kembali menuju busnya masing-masing," tutur panitia melalui pengeras suara.

Kemudian, massa aksi keluar dari Stadion GBK dengan tertib. Meski begitu, masih ada beberapa peserta aksi yang duduk dan beristirahat di kawasan GBK.

Sejumlah pintu masuk pun terlihat sudah ditutup oleh para petugas. Hal tersebut untuk menghindari massa aksi kembali masuk ke dalam kawasan Stadion GBK.

KSPSI Klaim May Day Tak Anarkistis

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengklaim aksi ini berlangsung tertib tanpa adanya aksi anarkistis. Massa merasa senang di May Day kali ini.

"May Day itu waktunya buruh bersuka ria, bergembira sambil menyampaikan tuntutan. Buruh bisa membuktikan menyuarakan tuntutan tidak ada aksi anarkistis dan bakar-bakaran," kata Andi kepada wartawan.

Andi Gani, yang juga merupakan pimpinan Buruh ASEAN (ATUC), mengatakan ada 18 tuntutan yang diajukan dalam aksi ini, namun ada tiga yang dikedepankan. Pertama, menolak revisi UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

"Karena revisi tersebut hanya untuk melegalkan metode omnibus law UU Cipta Kerja tanpa memperbaiki substansi UU Cipta Kerja yang diminta oleh Mahkamah Konstitusi pada keputusan sebelumnya," jelasnya.

Kedua, meminta agar klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari UU Cipta Kerja. Ketiga, menolak revisi UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh.

"Namun, kami juga mengapresiasi aturan tentang jaminan hari tua (JHT) sudah diubah dan memihak buruh," pungkasnya.

(zap/zap)