Presiden KSPI: Gubernur Jakarta Belum Berhasil, Air di Jakut Mahal!

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 15:45 WIB
Said Iqbal
Foto Presiden KSPI Said Iqbal (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyinggung Gubernur DKI Anies Baswedan saat hadir di May Day Fiesta. Dia mempersoalkan harga air bersih di Jakarta Utara (Jakut) yang lebih mahal dibandingkan harga minyak goreng.

Awalnya, Said Iqbal memaparkan soal lima permintaan kepada negara tentang jaminan sosial para buruh. Salah satunya soal jaminan air bersih, yang menyebut Presiden Turki Erdogan memberikan air bersih gratis kepada warganya.

"Yang keempat jaminan air bersih. Erdogan sebelum memenangkan Presiden Turki dengan dimulai dari Istanbul dengan memberikan orang jompo makan gratis seumur hidup, jalan-jalan seumur hidup, dan yang kedua orang di Istanbul boleh ambil air bersih gratis," kata Said di GBK, Senayan, Sabtu (14/5/2022).

Kemudian dia membandingkan dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia menyebut harga 1 liter air bersih di Jakut lebih mahal dibanding harga minyak goreng.

"Di Jakarta, Gubernur Jakarta, di Jakarta Utara belum berhasil. Harga air bersih 1 liter lebih mahal daripada minyak. Tidak boleh ada di negara yang kaya," katanya.

Tak hanya itu, dia juga menyinggung soal jaminan pengangguran. Menurutnya, warga yang tak bekerja juga harus diberi uang karena semua warganya diwajibkan membayar pajak.

"Yang kelima jaminan pengangguran. Kita kalau nganggur, negara harus bayar. Kenapa? Karena saat Anda bekerja, saya bekerja dan kita semua bekerja itu bayar pajak, dan pajak itu harus disisihkan kepada negara dan pengusaha dari sisi keuntungan perusahaan untuk namanya redistribusi kekayaan yang adil dan merata," ujarnya.

"Dalam bentuk apa? Kalau kita nganggur, dibayar. Un-employment insurance," tambahnya.

Diketahui, serikat buruh merayakan May Day Fiesta di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, hingga DPR. Terdapat 18 tuntutan, yakni meminta turun harga bahan pokok seperti minyak goreng hingga menolak upah murah.

Berikut 18 tuntutan yang dikeluarkan Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia:
1. Tolak omnibus law UU Cipta Kerja
2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas)
3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB
4. Tolak upah murah
5. Hapus outsourcing
6. Tolak kenaikan pajak PPn
7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran
8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan
9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria
10. Stop kriminalisasi petani

11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis
12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS
13. Pemberdayaan sektor informal
14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja
15. Driver ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya
16. Laksanakan pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang
17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih) dan
18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.

Simak Vide0 'Tinjau May Day di GBK, Kapolri Disambut 'Halo-halo Bandung'':

[Gambas:Video 20detik]




(zap/jbr)