Said Iqbal Klaim GBK Bisa Digunakan untuk May Day Berkat Setneg

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 15:31 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal menyebut massa buruh bisa menggelar May Day Fiesta di GBK berkat bantuan dari Sekretariat Negara (Setneg) dan pihak lainnya. (Fakhri F/detikcom)
Presiden KSPI Said Iqbal menyebut massa buruh bisa menggelar May Day Fiesta di GBK berkat bantuan dari Sekretariat Negara (Setneg) dan pihak lainnya. (Fakhri F/detikcom)
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut sekitar 50 ribu buruh merayakan May Day Fiesta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Said mengatakan GBK dapat digunakan berkat bantuan dari Sekretariat Negara (Setneg) dan pihak lainnya.

"Pada kesempatan ini, kami melakukan May Day Fiesta, ada kurang lebih 50 ribu buruh. Kami telah berkoordinasi dua minggu lalu karena mencari tempat susah, akhirnya dengan bantuan berbagai pihak, Setneg, kepolisian, Mabes, dan Polda Metro Jaya, kami bisa menggunakan dengan beberapa persyaratan," kata Said Iqbal di GBK, Senayan, Sabtu (14/5/2022).

Said mengatakan perayaan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dia mengaku sempat ingin meminjam Jakarta International Stadium (JIS) dan Istora Senayan untuk perayaan May Day.

"Pertama, memenuhi prokes. Dengan demikian, setengah jumlah massa yang direncanakan 100 ribu orang menjadi mendekati 50 ribu orang. Kapasitas GBK sekitar 76 ribu orang dan kita coba menjaga jarak satu bangku kosong, memakai masker, dan melakukan tes antigen, sudah booster. Itulah kesepakatan, akhirnya boleh menggunakan GBK. JIS dan Istora tidak lagi digunakan," kata Said.

Said menyebut buruh-buruh yang datang berasal dari buruh tani hingga driver ojek online (ojol). Saat ini perayaan masih berlangsung di dalam Stadion GBK.

"Kemudian massa buruh berasal dari elemen buruh, tani, nelayan, guru honorer, PRT, miskin kota, kemudian ada dari ojol, ibu rumah tangga, ada juga pedagang kaki lima dan miskin desa, maupun orang-orang yang terpinggirkan atau kelas pekerja," katanya.

18 Tuntutan Buruh

Diketahui, serikat buruh merayakan May Day Fiesta di kawasan GBK hingga DPR. Massa buruh menyampaikan 18 tuntutan.

Berikut 18 tuntutan yang dikeluarkan Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia:

1. Tolak omnibus law UU Cipta Kerja

2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas)

3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB

4. Tolak upah murah

5. Hapus outsourcing

6. Tolak kenaikan pajak PPn

7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran

8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan

9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria

10. Stop kriminalisasi petani

11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis

12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS

13. Pemberdayaan sektor informal

14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja

15. Driver ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya

16. Laksanakan pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang

17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih), dan

18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.

Simak juga 'Tinjau May Day di GBK, Kapolri Disambut 'Halo-halo Bandung'':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/jbr)