3 Faktor Mudik 2022 Sukses: Infrastruktur, Perilaku Tertib dan Persiapan Matang

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 15:18 WIB
Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas
Foto: Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas. (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta -

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas, mengungkapkan kondisi infrastruktur saat ini sangat mempengaruhi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2022. Dia mengatakan mayoritas pergerakan pemudik melewati jalan tol.

"Besar sekali dong pengaruhnya (kondisi infrastruktur saat ini dengan kesuksesan kegiatan mudik dan arus balik 2022). Kan mayoritas pergerakan menggunakan jalan tol, baik yang di Jawa maupun ke Sumatera," kata Darmaningtyas kepada wartawan, Sabtu (14/5/2022).

Darmaningtyas mengapresiasi kinerja Pemerintah dan jajaran yang suksesk menyelenggarakan mudik Lebaran 2022, usai dua tahun mudik terhalang situasi pandemi Covid-19. Selain infrastruktur yang memadai, koordinasi lintas sektoral yang apik, Darmaningtyas berpendapat Pemerintah juga melakukan persiapan yang matang.

"Kita patut mengapresiasi kinerja Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Korlantas Polri, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, PT Jasa Raharja Persero, dan para stakeholders lain yang telah sukses menyelanggarakan angkutan mudik Lebaran 2022," ungkap Darmaningtyas.

"Juga kepada Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang telah melakukan survei sejak awal mengenai potensi mudik pada Lebaran 2022 sehingga hasilnya dapat menjadi dasar perencanaan bagi Pemerintah dalam menyelenggarakan angkutan Lebaran 2022," tambah dia.

Meningkatnya Pemudik arah Sumatera yang Gunakan Mobil Pribadi

Dia memprediksi tahun depan pemudik ke arah Sumatera akan lebih banyak lagi yang menggunakan mobil pribadi. Lantaran pembangunan Tol Sumatera sudah semakin membentang panjang.

"Tahun 2023 mudik arah Sumatera akan lebih banyak lagi yang menggunakan mobil pribadi karena tol TranSumatera sudah sampai Bengkulu, Padang, dan Jambi," ujar Darmaningtyas.

Dia menilai pengaturan serta pengamanan arus lalu lintas selama mudik kemarin berhasil, meski ada beberapa catatan untuk dievaluasi. Tolok ukur keberhasilan, lanjut Darmaningtyas, ialah minimnya kasus terkait arus mudik yang menonjol.

"Penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2022 dapat dikatakan berhasil, meski di sana-sini ada kekurangannya. Namun secara umum dapat dikatakan berhasil karena sedikit ditemukan kasus kemanusiaan yang menonjol terkait dengan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran," ucap dia.

"Memang muncul kasus seperti pemblokiran jalan tol oleh pengguna jalan tol dari arah Bandung, atau ketersendatan arus penyeberangan Merak-Bakaheuni. Tapi semua dapat teratasi secara cepat," imbuh dia.

Hal lain yang membuat Darmaningtyas menganggap pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2022 sukses kemarin adalah kelancaran arus kendaraan, ketertiban dalam berkendara khususnya pengendara sepeda motor, serta turunnya angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan pengguna jalan meninggal dunia.

"Ukuran kelancaran dalam arus mudik ini memang tidak sama dengan kondisi normal, mengingat menurut PT Jasa Marga, sebagai salah satu operator jalan tol, volume kendaraan pribadi yang melintas melalui ruas tol selama masa mudik Lebaran meningkat sampai 40 persen lebih," jelas Darmaningtyas.

Dia berpendapat sangat tidak rasional bila pemudik atau pengguna jalan lainnya menghendaki arus lalu lintas lancar seperti dalam kondisi normal, jika mengingat volume kendaraan meningkat sedemikian signifikan.

"Kalau tidak sampai terjadi stagnasi, itu sudah dapat dikatakan lancar," sebut dia.

Berdasarkan pengalaman pribadinya di musim mudik kemarin, Darmaningtyas melihat kemacetan justru terjadi di tengah kota. Sebagai contoh, perjalanan dari Terminal Mangkang di Semarang ke Terminal Tirtonadi pada Jumat, (29/4). Demikian pula perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Semarang Jumat, (6/5), Yogyakarta-Banyumanik dapat ditempuh dalam waktu 3,5 jam.

Ratusan penumpang dari Surabaya dan Semarang bersiap turun dari Kapal Pelni KM Dobonsolo di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/5). Sebanyak 542 pemudik motor gratis tiba di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.Foto: Ratusan penumpang dari Surabaya dan Semarang bersiap turun dari Kapal Pelni KM Dobonsolo di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/5). Sebanyak 542 pemudik motor gratis tiba di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. (Pradita Utama/detikcom).

"Tapi ketika masuk ke Kota Semarang, dari Banyumanik ke Stasiun Tawang saja memerlukan waktu 1,5 jam. Saat naik kereta api Semarang-Jakarta pada Sabtu (7/5) di jalur yang kanan atau kirinya terlihat jalan tol maupun arteri (Pantura), kendaraan arah barat (Jakarta) maupun timur terlihat lancar," terang Darmaningtyas.

"Kendaraan ke arah timur di Jalan Pantura didominasi oleh kendaraan pribadi, sedangkan arah barat didominasi oleh pemudik sepeda motor. Tapi jumlahnya juga tidak sepadat tahun-tahun lalu," lanjut dia.

Perubahan Perilaku Pemudik dengan Motor: Lebih Tertib

Masih kata Darmaningtyas, arus mudik 2022 jauh lebih tertib, terutama bagi pemudik dengan menggunakan sepeda motor. Dia menyampaikan perilaku yang kurang tertib para pemudik sepeda motor seperti membawa beban yang melebihi kapasitas sehingga mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan dalam berkendara juga turun, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Bila tahun-tahun sebelumnya para pemudik sepeda motor sering membawa beban melebihi kapasitas, termasuk memasang papan atau bambu di jok belakang agar dapat membawa barang lebih banyak, tahun ini kondisi tersebut jarang ditemukan. Memang masih ada di sana sini, tapi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Tertibnya pemudik motor itu diperkirakan berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan," ungkap Darmaningtyas.

Dia selanjutnya menuturkan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2022 ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan 2019 lalu. Darmaningtyas pun mengutip pernyataan Dirut PT Jasa Raharja Rivan Purwantono soal jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sampai H+3 menurun sampai 49 persen, dibandingkan dengan 2019.

Bandara Kualanamu hingga Soekarno-Hatta ramai oleh penumpang pesawat yang hendak melakukan perjalan di puncak arus balik lebaran. Seperti apa potretnya?Foto: Bandara Kualanamu hingga Soekarno-Hatta ramai oleh penumpang pesawat yang hendak melakukan perjalan di puncak arus balik lebaran. (Antara Foto)

"Tentu ini kabar yang menggembirakan karena volume kendaraan yang melakukan pergerakan meningkat sampai 40 persen lebih, namun angka kematian yang dipicu oleh kecelakaan lalu lintas menurun. Menurunnya jumlah korban kecelakaan lantas pada musim mudik Lebaran 2022 ini juga merupakan bukti meningkatnya ketertiban para pemudik dalam mematuhi rambu lalu lintas. Sebab sering dikemukakan oleh pihak kepolisian bahwa kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran," jelas Darmaningtyas.

"Untuk moda lain, seperti kereta api, pesawat, dan kapal laut dapat dikatakan aman-aman saja. Problem besar bagi para pemudik yang menggunakan pesawat terbang adalah harga tiket yang tinggi dan terbatasnya jumlah maskapai akibat perusahaan seperti PT Garuda Indonesia hanya mempunyai jumlah pesawat yang terbatas," pungkas Darmaningtyas.

(aud/fjp)