Sopir Ngaku Ambil Mobil Kecelakaan Diminta Rp 24 Juta, Polisi Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 11:38 WIB
Kapolres Grobogan, AKBP Benny Setyowadi. Foto diunggah pada Kamis (12/5/2022).
Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi (Foto: dok. Polres Grobogan)
Grobogan -

Video berisi pengakuan sopir dimintai oknum polisi Rp 24 juta saat mengambil kendaraan pascakecelakaan di Grobogan, Jawa Tengah, beredar di media sosial. Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi menyebut ada salah persepsi.

Dilansir dari detikJateng, dalam video berdurasi 7 menit 27 detik itu, pria yang mengaku sopir berinisial CU menceritakan dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas dengan motor di Desa Truko, Kecamatan Karangragung, Kecamatan Grobogan, pada 26 April 2022. Dalam kecelakaan itu, pengendara motor meninggal dunia.

CU tampak ditanyai oleh seorang seorang pria lain yang wajahnya tak ikut terekam dalam video. CU mengaku sudah berdamai dengan pihak keluarga pengendara motor tersebut dan menyerahkan santunan Rp 8 juta. Kemudian, saat akan mengambil mobil travel-nya, CU mengaku dimintai uang oleh oknum polisi sebesar Rp 24 juta.

"Pada saat mengambil kendaraan, petugas menunjukkan UU yang ada tulisannya Rp 24 juta, iya diberi UU dan dimintai Rp 24 juta. Petugas tidak mengucapkan nominal dan menunjukkan UU dan tertulis uang Rp 24 juta," jelas CU dalam video tersebut.

Penanya dalam video itu kemudian berkata, "Berarti kalau njenengan (CU) ada yang Rp 24 juta, baru unit-unit dikeluarkan ya, baik motor Beat korban dan travel njenengan (CU) dikeluarkan ya. Kalau nggak ada uang segitu, motor tidak dikeluarkan. Intinya begitu harus ada duit," ucapnya.

Dimintai konfirmasi terkait video di atas, Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi menjelaskan informasi yang diperoleh CU salah persepsi. Benny mengungkap saat itu CU diminta seorang polisi untuk membaca buku yang berisi tentang UU LAJ.

"Ini salah persepsi saja. Bahkan petugas sudah membantu dengan proses restorative justice (RJ). Malah dalam perkara yang disangkakan, yakni Pasal 310 UU LAJ, bukan Pasal 311 UU LAJ seperti yang dibilang. Memang petugas menunjukkan UU tapi Pak Cipto salah membaca pasal yang disangkakan," jelas Kapolres Grobogan AKBP Benny kepada detikJateng, Kamis (12/5/2022).

Baca selengkapnya di sini.

Saksikan Juga Video Sosok Minggu Ini: Kisah Kak Toto, Terangi Jalan Anak Autis Dengan Lukisan

[Gambas:Video 20detik]





(idh/haf)