ADVERTISEMENT

Isu Golkar Pecah Dibantah Mentah-mentah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 06:48 WIB
Munas X Golkar untuk memilih ketua umum periode 2019-2024 selesai. Airlangga Hartarto menjadi orang yang terpilih dalam forum ini. Tepuk tangan membahana setelah Airlangga ditetapkan sebagai ketum terpilih.
Airlangga Hartarto (tengah) (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Desas-desus Partai Golkar pecah menyeruak ke permukaan seraya kabar penggulingan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Isu perpecahan di Golkar terbantahkan oleh sanggahan para petinggi Partai Golkar.

Waketum Partai Golkar HAM Nurdin Halid (NH) menegaskan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) tidak bisa sembarangan digelar dan harus merujuk pada konstitusi partai. Hal ini dikatakan Nurdin menanggapi isu liar penggulingan Airlangga Hartarto dari posisi ketua umum.

"Saya kira untuk melakukan munaslub itu hal tidak mudah, harus merujuk konstitusi partai," kata Nurdin saat dikonfirmasi, Kamis (12/5/).

Nurdin mencontohkan munaslub baru bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, melanggar AD/ART. Menurut dia, sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART, tidak ada alasan untuk melakukan munaslub.

Nurdin Halid kemudian mencontohkan dinamika di masa kepemimpinan Setya Novanto saat ditetapkan tersangka oleh KPK tahun 2017. "Nah sepanjang tidak jadi tersangka dan tidak ada perbuatan pidana lain, maka itu berarti tidak ada pelanggaran konstitusi," kata dia.

Meski demikian, Nurdin menilai Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengantisipasi suara-suara ataupun gerakan tersebut. Ia mencontohkan Airlangga harus meningkatkan keharmonisan antarpengurus, termasuk memasifkan rapat antarpengurus.

Rapimnas Golkar 2018Nurdin Halid dan Airlangga Hartarto saat tapimnas Golkar 2018 (Andhika Prasetia/detikcom).

"Kalau ada suara-suara seperti itu, ketua umum harus peka dan diantisipasi," katanya.

"Jadi misalnya manajemen partai harus diperbaiki, hubungan sesama sesama pengurus harus lebih ditingkatkan supaya bisa meredam gejolak yang mengganggu kesolidan internal partai Golkar," lanjut NH.

Dengan pola kepemimpinan tersebut, Nurdin meyakini segala upaya kudeta terhadap Airlangga bisa diantisipasi dengan mudah.

"Sehingga bisa antisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi yang mengganggu kesolidan partai. Sekarang Golkar itu sebetulnya solid," kata NH.

Terlepas dari isu penggulingan Airlangga, Nurdin Halid mengatakan saat ini Partai Golkar harus terus memasifkan konsolidasi kader menghadapi agenda politik 2024.

Menurutnya Partai Golkar harus tampil jadi pemenang pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pilkada serentak 2024. Nurdin menegaskan Golkar harus bisa mengulang kejayaan saat jadi pemenang pemilu 2004 atau 20 tahun silam.

Simak video 'Airlangga Minta Kader Golkar Tindak Lanjuti Pertemuan PAN dan PPP':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT