ADVERTISEMENT

Golkar Dinilai Masih Solid, Isu Penggulingan Airlangga Bisa Diredam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 10:52 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Munas Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (3/12). Dia memuji hawa sejuk di Munas Golkar.
Airlangga Hartarto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Partai Golkar diterpa isu liar penggulingan terhadap ketua umum mereka, Airlangga Hartarto, via musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Isu liar penggulingan Airlangga Hartarto dinilai masih bisa diredam dan Partai Golkar disebut masih solid.

"Sejauh ini berita yang mengatakan isu munaslub masih didasarkan pada sumber-sumber yang tidak jelas. Suara dari internal Golkar sejauh ini masih menunjukkan Golkar solid," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Burhanuddin berbicara soal popularitas ketum Partai Golkar dari masa ke masa. Dia menyebut suara partai berlambang pohon beringin ini tidak tergantung popularitas ketua umum mereka.

"Suara Golkar sendiri dari pemilu ke pemilu tidak ditentukan oleh popularitas para ketua umumnya. Sejak zaman Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, hingga Airlangga Hartarto, Golkar tidak bergantung pada ketua umumnya," ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menyebut Golkar merupakan partai modern yang tak bergantung terhadap ketokohan personal, melainkan kaderisasi kuat hingga ke akar. Golkar, katanya, memiliki segudang tokoh lokal yang membantu suara partai relatif stabil, bahkan pada masa pancaroba politik sekalipun.

"Ini yang menjelaskan mengapa perolehan kursi Golkar di parlemen tidak bergeser di peringkat kedua partai yang memiliki kursi paling banyak di DPR," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menyebut kader Golkar harus mendukung Airlangga untuk meningkatkan popularitas. Sosialisasi tentang Airlangga, katanya, harus dimasifkan untuk menambah suara partai.

"Tugas kader Golkar untuk mensosialisasikan Ketua Umum partai mereka, apalagi sebagai Menko Perekonomian Kabinet Jokowi, tentu banyak capaian yang bisa dikampanyekan untuk meningkatkan popularitas Airlangga, yang tentu pada akhirnya akan membantu meningkatkan suara Golkar," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Waketum Golkar Nurdin Halid menegaskan musyawarah nasional luar biasa tidak bisa sembarangan digelar dan harus merujuk konstitusi partai.

Nurdin mencontohkan munaslub itu baru bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, dan melanggar AD/ART. Menurut dia, sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART, tidak ada alasan untuk melakukan munaslub.

Meski demikian, Nurdin menilai Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengantisipasi suara-suara ataupun gerakan tersebut. Ia mencontohkan Airlangga harus meningkatkan keharmonisan antarpengurus, termasuk memasifkan rapat antarpengurus.

"Kalau ada suara-suara seperti itu, ketua umum harus peka dan diantisipasi," katanya.

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT