Orang Munafik Disenggol Saat Irjen Napoleon Pamer Borgol

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 20:47 WIB
Jakarta -

Mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte menyenggol orang yang disebutnya munafik. Hal itu disampaikan Napoleon usai eksepsinya di kasus penganiayaan YouTuber M Kace ditolak.

Sidang kasus penganiayaan M Kace di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan terus berlanjut ke tahap pembuktian. Napoleon lantas menuding orang munafik sembari memamerkan borgol yang terpasang di tangannya.

"Buat orang-orang yang munafik, kapal selam dan cemen, ini hasil kerjamu ya, puas? Selamat Lebaran, Bro! Lanjutkan perjuangan," kata Napoleon di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022).

Napoleon tetapi tidak menyebut siapa pihak munafik yang dimaksud. Namun, menurutnya, pihak yang dituju pasti mengetahuinya.

"Yang bersangkutan sudah tahu. Ini hasil kerjanya selama ini dari awal sampai hari ini," tutur Napoleon.

Meski begitu, Napoleon mengaku senang kasus tersebut berlanjut ke tahap pembuktian. Dengan begitu, menurutnya, publik dapat melihat fakta persidangan dan memeriksa saksi yang lainnya.

Di sisi lain, Napoleon masih berharap kasusnya dilakukan penghentian penuntutan atau restorative justice karena ia mengklaim telah ada upaya perdamaian.

"Kita tunggu saja, sama jaksa belum, mungkin siapa tahu dalam proses persidangan ke depan itu bisa jadi bahan pertimbangan hakim untuk melakukannya. kita lihat ke depan apakah saya omong bohong bahwa apa perdamaian itu, kan ada satu pihak yang bilang itu tidak betul, itu dipaksa, nanti kita lihat bagaimana, asal kita sama-sama jujur, masih bulan Syawal ini. Jangan sampai ada pengkondisi-kondisian," katanya.

Kuasa Hukum Kecewa Eksepsi Ditolak

Kuasa hukum Napoleon, Eggi Sudjana, mengaku kecewa eksepsinya ditolak sesuai dengan prediksi. Pihaknya akan bersiap untuk menjalani sidang pembuktian selanjutnya.

"Satu hal yang penting, prediksi saya beberapa sidang lalu kan sudah bilang pasti ditolak itu, ya nggak? Pasti ditolak. Setebal apa pun, sehebat apa pun argumentasi kita, dalam eksepsi ditolak, itu fakta. Poin pentingnya adalah, ketika ditolak seperti ini, sebenarnya istilah restorative justice itu mati, bohong, omdo aja gitu loh," kata Eggi.

Baca berita selengkapnya di halaman berikut