Eksepsi Irjen Napoleon Ditolak, Sidang Kasus Penganiayaan M Kace Lanjut!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 12:13 WIB
Jakarta -

Hakim menolak nota keberatan atau eksepsi mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus penganiayaan terhadap YouTuber M Kace. Dengan begitu, hakim menyatakan sidang Napoleon lanjut ke tahap pembuktian.

"Mengadili, satu, menolak eksepsi atau keberatan penasihat hukum Terdakwa untuk seluruhnya," kata hakim ketua Djumyanto saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022).

Hakim Djumyanto memerintahkan penuntut umum melanjutkan proses perkara ini dengan menghadirkan saksi-saksi. Hakim meminta saksi korban M Kace diutamakan hadir pada sidang berikutnya.

"Kedua, memerintahkan penuntut umum melanjutkan sebagaimana perkara atas nama Terdakwa Napoleon Bonaparte," ungkapnya.

"Untuk acara pembuktian, majelis hakim minta kepada para penuntut umum menghadirkan saksi korban ya, diutamakan dihadirkan terlebih dahulu sebagaimana ketentuan hukum acara," sambungnya.

Senada dengan hakim, penasihat hukum Napoleon, Ahmad Yani, meminta penuntut umum menghadirkan M Kace dalam persidangan saksi nanti.

"Kami berharap untuk kepada penuntut umum menghadirkan saksi korban, kami sependapat," ungkapnya.

Jaksa penuntut umum meminta waktu satu pekan untuk menghadirkan M Kace di persidangan. Sidang Napoleon akan kembali digelar 19 Mei mendatang.

"Kami mohon untuk seminggu, Yang Mulia, sehubungan dengan surat kami, M Kosman yang terkait dengan upaya hukum yang dijalaninya pada Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Badung, maka kami minta terkait dengan saksi M Kosman sudah kami layangkan ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat," ujar jaksa.

Diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa melakukan penganiayaan terhadap M Kace di Rutan Bareskrim. Napoleon juga melumuri M Kace dengan kotoran manusia.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Napoleon melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT. Tuntutan untuk tiap terdakwa itu dilakukan terpisah.

Napoleon didakwa dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat (1) atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP.

(whn/dhn)