Irjen Napoleon Bakal Ketemu M Kace Lagi di Sidang: Saya Tak Akan Intimidasi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 14:50 WIB
Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte ditolak hakim. Usai sidang tersebut, Napoleon memarken tangannya yang terborgol dan menyebut ini sebagai hasil kerja orang munafik.
Irjen Napoleon Bonaparte (Foto: 20detik)
Jakarta -

Dalam waktu dekat, Irjen Napoleon Bonaparte akan kembali bertatap muka dengan M Kace yang pernah dianiayanya hingga dilumuri kotoran manusia. Napoleon berjanji tak akan mengintimidasi M Kace lagi.

Awalnya eksepsi Irjen Napoleon ditolak dalam persidangan, nantinya kasus penganiayaan M Kace akan terus berlanjut ke tahap pembuktian. Hakim meminta agar M Kace dihadirkan sebagai saksi korban dalam sidang pemeriksaan saksi.

"Untuk acara pembuktian majelis hakim minta kepada para penuntut umum menghadirkan saksi korban ya, diutamakan dihadirkan terlebih dahulu sebagaimana ketentuan hukum acara," kata hakim ketua Djumyanto usai pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022).

Menanggapi pernyataan hakim tersebut, kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani, mengaku sepakat menghadirkan M Kace.

"Kami berharap untuk kepada penuntut umum menghadirkan saksi korban kami sependapat," kata Ahmad Yani.

Sementara itu, usai eksepsinya ditolak, Napoleon mengaku akan menjalani sidang pembuktian dengan melihat fakta persidangan dan kesaksian para saksi. Sedangkan mengenai rencana menghadirkan M Kace pada persidangannya, Napoleon mengaku tidak akan melakukan intimidasi.

"Maksudnya kenapa? Sudah lah, yang lalu sudah berlalu, jadi kita hormati hukum, silakan nanti ketemu dan laksanakan sidang, yakinlah saya pribadi maupun yang lain tidak akan melakukan intimidasi baik secara psikologi, tidak ada, buat apa? Kita lihat fakta saja, ini kan dilihat orang banyak juga, kita lihat," imbuhnya.

Diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa menganiaya M Kace di Rutan Bareskrim. Napoleon juga melumuri M Kace dengan kotoran manusia.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Napoleon melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT. Tuntutan untuk tiap terdakwa itu dilakukan terpisah.

Napoleon didakwa dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat (1) atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Simak Video 'Respons Napoleon saat Permohonan Restorative Justice Ditolak Hakim':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)