Megawati Bicara Peran Dialog dan Kebudayaan Terkait Perdamaian di Korea

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 15:41 WIB
Jakarta - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mendorong perdamaian di Semenanjung Korea. Mega mengatakan kunci perdamaian di Korea dapat dilakukan dengan dialog dan diplomasi kebudayaan.

"Sekali lagi saya pribadi ikut serta terpanggil untuk memikul tanggung jawab tersebut. Kuncinya persoalan di Semenanjung Korea harus diselesaikan melalui jalan dialog, jalan kebudayaan, kepercayaan dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan," kata Mega setelah menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts di Korsel yang disiarkan di YouTube PDIP, Rabu (11/5/2022).

Mega berharap optimisme dan rasa saling percaya akan menjadi jalan perdamaian di Korea. "Hal itu saya yakini, saya yakin juga menjadi dambaan seluruh bangsa Korea, rakyat Korea yang sebenarnya adalah satu bangsa, satu jiwa, dan satu karakter," kata Mega sembari tertegun.

Megawati awalnya bercerita tentang kebudayaan Korsel yang dikenal dunia yaitu Kpop hingga drama Korea serta kebudayaan tradisionalnya. Mega berharap dengan kuatnya jati diri kebudayaan Korea, dapat mendorong terwujudnya perdamaian di semenanjung Korea.

"Dengan kuatnya identitas kebudayaan bangsa Korea tersebut menurut saya akan menjadi modal penting di dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk di semenanjung Korea. Hal ini selalu menjadi perhatian saya," kata Ketum PDIP itu.

"Saya berkomitmen untuk menggunakan pikiran dan energi terbaik yang saya miliki bagi terwujudnya perdamaian di Korea," ujarnya.

Mega lalu bercerita tentang pesan Bung Karno salah satunya, yaitu mensejahterakan rakyat. Menurut Mega, jika kesejahteraan telah terpenuhi, perdamaian akan terwujud.

"Ketika saya bertanya apa yang paling penting bagi manusia. Ayah saya mengatakan perut kenyang. Kenapa perut kenyang? Saya kejar, beliau mengatakan bahwa coba kamu kalau kelaparan apakah kamu dapat berpikir? Saya bilang iya betul. Oleh sebab itulah maka di dalam falsafah Pancasila kami, kami harus mensejahterahkan rakyat, sehingga bagaimana yang namanya idaman rakyat Korea untuk bisa membuat Korea sebagai bangsa Korea itu menjadi satu kembali," katanya.

Mega meyakini dengan identitas jati diri dan karakter kebudayaan yang sama antara Korea Selatan dan Korea Utara dapat menjadi kunci perdamaian. Selain itu, prinsip Kedaulatan politik sangat penting di dalam dialog untuk perdamaian dan tanpa intervensi negara asing.

"Saya banyak bertemu dari para pemimpin negara, betul-betul merupakan tokoh-tokoh dunia yang kuat. Bertemu ketika di konferensi Asia Afrika dan semuanya negara-negara tersebut mendambakan kemerdekaan dan perdamaian abadi, perdamaian dunia yang abadi. Dengan identitas jati diri dan karakter kebudayaan yang sama antara Korsel dan Korut saya meyakini spirit kebudayaan inilah yang akan menjadi kunci perdamaian dengan apa yang selalu disebut reunifikasi Korea," katanya.

Mega menekankan, berdaulat di bidang politik tersebut membawa makna bahwa perdamaian abadi hanya bisa dilakukan oleh bangsa Korea sendiri. Artinya, tanpa intervensi dari negara lain.

"One big family, tanpa adanya intervensi dari negara lain. Sebab satu keluarga, satu identitas keluarga. Prinsip tidak adanya campur tangan negara lain terhadap persoalan domestik suatu bangsa menjadi salah satu poin penting dari dasasila Bandung, merupakan spirit dari konferensi Asia Afrika yang terjadi di Indonesia tahun 1955," katanya.

Selain itu, Megawati menilai dengan identitas kebudayaan bangsa Korea yang terdapat dalam satu kesatuan geografis, harapan membangun dialog kebudayaan sebagai jalan meretas perdamaian menjadi sangat penting.

"Dengan landasan kebudayaan tersebut dan perekonomian yang telah mencapai suatu menuju tingkatannya adalah berdikari. Artinya berdiri di atas kaki sendiri, maka selama prinsip-prinsip berdaulat dijalankan, prinsip dasasila Bandung yang menghormati penyelesaian sebagai persoalan secara damai tanpa adanya intervensi asing, serta dengan memperbesar itikad baik, saya meyakini bahwa jalan menuju perdamaian di Korea yang begitu penting bagi perdamaian dunia suatu saat dapat diwujudkan," ungkapnya. (yld/imk)