Jaksa Heran Biaya Kuliah Farsha Kautsar Rp 7 Juta tapi Isi Rekening Miliaran

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 15:36 WIB
Siwi Widi saat hadir di sidang kasus korupsi (Zunita-detikcom)
Suasana sidang kasus TPPU eks pegawai pajak Wawan Ridwan (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK mengerutkan dahi ketika membongkar rekening koran M Farsha Kautsar, yang merupakan anak mantan pegawai pajak yang menjadi terdakwa kasus suap dan tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Kenapa?

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 10 Mei 2022, Farsha Kautsar dihadirkan oleh jaksa KPK dalam persidangan dengan terdakwa Wawan Ridwan, yang merupakan ayah dari Farsha Kautsar yang diketahui sebelumnya bekerja sebagai Kabid Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra. Di surat dakwaan Wawan, Farsha disebut bersama-sama melakukan TPPU meski statusnya sampai saat ini masih sebagai saksi.

Farsha lantas berkisah saat berusia 17 tahun membuka rekening bank bersama Wawan. Rekening itu diakuinya untuk keperluan kuliahnya di Bandung.

"Saya datang bareng ayah saya. (Rekening untuk) saya pribadi. Saat itu rekening dibuka karena saya mau berangkat kuliah ke Bandung, merantau," ucap Farsha dari kursi saksi.

Jaksa lantas menanyakan tentang adanya setoran masuk dari kurun 2019-2021. Farsha mengaku uang yang masuk berasal dari orang tuanya serta bisnisnya.

"Dari rekening koran, transaksinya dari 2 Januari 2019 - 2 Agustus 2020 ada transaksi masuk semuanya berasal dari Raja Valutama Exchange, dari Money Changer? Di BAP 29 ada transaksinya cukup banyak ini, yang besar ada Rp 1 miliar, ada Rp 869 juta dan lain-lain. Saudara bilang kan dari uang orang tua saudara, ini saksi bisa jelaskan bagaimana proses masuknya kok jadi money changer?" tanya jaksa kemudian.

"Saya menjawab khusus untuk penukaran valuta asing. Saya punya valuta asing itu bersumber dari dua, tidak diberikan langsung dari orang tua saya. Yang secara sah diberikan orang tua saya adalah uang bulanan dari orang tua saja," jawab Farsha.

Mengenai valuta asing, Farsha mengaku bersumber dari brankas orang tuanya. Dia mengaku mengambil valuta asing itu tanpa sepengetahuan orang tuanya.

"Tidak. Hanya saya yang menguasai dan saya bisa langsung transaksi tanpa minta izin dahulu," kata Farsha.

Menurut jaksa, setidaknya ada Rp 8 miliar lebih dari rekening Farsha yang kemudian disebarkannya, termasuk ke mantan pramugari bernama Siwi Widi Purwanti. Jaksa heran karena kebutuhan kuliah Farsha jauh di bawah angka itu.

"Semua transaksi kan uangnya Rp 8 miliar sekian. Saudara kan bilang ada uang dari orang tua saudara juga, nah gimana pengetahuan orang tua saudara soal transaksi-transaksi ini? Kan Saudara masih kuliah. Berapa uang Saudara untuk kuliah per bulan?" tanya jaksa.

"Rp 5-7 juta per bulan," jawab Farsha.

"Tapi di sini rekeningnya yang masuk ada miliaran, ada yang ratusan juta. Nggak ada yang lima jutaan ini? Cuma ada satu dan dua," cecar jaksa lagi.

"Kan saya bilang secara sah yang diberikan orang tua saya itu Rp 5-7 juta. Yang saya ambil dari brankas orang tua saya tanpa sepengetahuan orang tua saya," jawab Farsha lagi.

Selanjutnya rincian aliran uang Wawan dan Farsha

Simak juga Video: Terima Rp 647 Juta, Siwi Widi Ungkap Anak Eks Pegawai Pajak Caper Dengannya

[Gambas:Video 20detik]